Keesokan harinya, Kayla terbangun dengan mual-mual hebat seperti biasa. Ia berlari ke toilet, tubuhnya merosot. Bu Ami dengan sabar menepuk-nepuk punggung Kayla dengan lembut. "Sabar, ya," ucapnya menenangkan. "Sampai berapa bulan sih, Bu, kayak gini?" keluh Kayla, suaranya parau. "Empat bulan," jawab Bu Ami. "Masih lama. Capek, Bu," ucap Kayla sambil mencuci muka. Wajahnya merah dan lelah. Ia duduk di sofa, memandangi hamparan kebun teh di luar. Udara yang sangat segar membuat Kayla mendadak ingin berjalan-jalan. Ia mengenakan jaketnya, mengikat rambutnya, dan bersiap pergi pagi itu. Namun, kedua bocah itu tiba-tiba terbangun dan menegurnya. "Kak, mau ke mana?" tanya Evan, matanya masih mengantuk. "Mau jalan-jalan. Jajan gorengan," jawab Kayla. "Ikuttt!" seru mereka sere

