Mimpi Buruk

1013 Words

Malam itu, tidur Kayla sangat gelisah. Ia kembali terperosok dalam mimpi buruk, di mana ia melihat kembali momen mengerikan ia dipaksa oleh Arhan. ​“Jangan, Tuan… aku takut…” rintihnya lirih dalam tidur. ​Ia merintih dan menangis pilu dalam mimpinya, hingga Tari terbangun dan menyadari kegelisahan sahabatnya. ​“Kay, bangun…” bisik Tari pelan, menggoyangkan bahu Kayla. ​“Sakiiit…” gumam Kayla, air mata membasahi bantal. ​“Kayla, bangun!” Tari menguatkan suaranya, sedikit panik. ​Kepala Kayla bergerak ke kiri dan ke kanan dengan cepat, matanya basah, dan keringat dingin membasahi bajunya. Tari menggoyangkan bahunya lebih kuat. ​Akhirnya Kayla terbangun, napasnya tersengal-sengal, dadanya naik turun dengan cepat. Ia buru-buru memeluk Tari erat-erat, mencari perlindungan. ​“Lo sering g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD