Di Penjara Lagi

1450 Words

Kayla terbangun sore itu, disambut riuh suara Anya dan Sasa yang baru pulang. ​“Makan, Kayla!” teriak mereka, ceria. ​“Mandi dulu,” ucap Kayla, beranjak masuk ke kamar mandi. Tak lama, suara isak tertahan dan muntah terdengar. Perutnya kembali tak tahan menahan rasa sakit. ​Usai mandi, Kayla berpakaian santai—kaos dan celana pendek. Ia duduk dan mulai makan bersama Anya dan Sasa. Tari masih dalam perjalanan. ​“Lemas gue,” keluh Kayla, sambil bersandar di bahu Anya. ​“Sabar, ya, Neng. Jadi ibu itu nggak gampang,” ujar Sasa, mencoba menghibur. ​“Davin mana? Kok nggak kelihatan?” tanya Kayla. ​“Ada, dia sibuk,” jawab Sasa sambil mengunyah. ​Tak lama, suara ketukan pintu terdengar. Anya membukanya, dan ternyata yang datang adalah Robi. ​“Masuk, Bi,” sambut Sasa, ramah. ​Robi pun masu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD