Ancaman Laras

1266 Words

Malam itu juga, Frans menghubungi pengacara keluarga Arhan. Mereka datang ke kantor polisi. Kayla duduk di antara mereka. ​“Saya minta nomor Bu Laras, Bu,” ucap pengacara itu. ​Kayla memberikan ponselnya, lalu buru-buru ke toilet untuk muntah. Tak lama, ia kembali dengan wajah merah akibat menahan rasa mual yang hebat. ​Pengacara segera menelepon Laras untuk bernegosiasi. Akhirnya, Laras meminta denda sebesar satu miliar untuk biaya operasi plastik. ​“Cabut laporannya. Saya transfer malam ini,” ujar pengacara, tegas. ​“Oke!” ucap Laras sambil tersenyum lebar, puas. “Gila, banyak duit si setan,” gumamnya sambil menatap layar ponselnya. ​Kayla bolak-balik ke toilet. Ia mual, muntah, dan perutnya sakit. ​“Nona, pulang, ya, hari ini,” ujar Frans. ​“Ke rumah Ibu saja,” pinta Kayla, samb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD