Malam itu juga, Frans menghubungi pengacara keluarga Arhan. Mereka datang ke kantor polisi. Kayla duduk di antara mereka. “Saya minta nomor Bu Laras, Bu,” ucap pengacara itu. Kayla memberikan ponselnya, lalu buru-buru ke toilet untuk muntah. Tak lama, ia kembali dengan wajah merah akibat menahan rasa mual yang hebat. Pengacara segera menelepon Laras untuk bernegosiasi. Akhirnya, Laras meminta denda sebesar satu miliar untuk biaya operasi plastik. “Cabut laporannya. Saya transfer malam ini,” ujar pengacara, tegas. “Oke!” ucap Laras sambil tersenyum lebar, puas. “Gila, banyak duit si setan,” gumamnya sambil menatap layar ponselnya. Kayla bolak-balik ke toilet. Ia mual, muntah, dan perutnya sakit. “Nona, pulang, ya, hari ini,” ujar Frans. “Ke rumah Ibu saja,” pinta Kayla, samb

