Istri Yang Pintar

1428 Words

Pagi menyapa dengan suasana yang jauh lebih tenang. Kayla sudah berada di dapur, bergerak perlahan menyiapkan sarapan. Meski perutnya yang kian membuncit di usia lima bulan mulai membuatnya merasa cepat lelah, ada rona kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan dari wajahnya. "Sayang, kok kamu yang siapin semua ini? Kamu kelihatan eungap begitu," tegur Arhan yang baru saja turun, nada suaranya penuh kekhawatiran melihat napas Kayla yang sedikit berat. "Nggak apa-apa, Mas. Aku malah senang kalau bisa menyiapkan sarapan untukmu," jawab Kayla lembut sambil menyendokkan nasi goreng hangat ke atas piring. "Zay, sarapan dulu, Sayang!" panggilnya kemudian. Zayden berlari kecil dengan riang, lalu segera duduk di kursinya dengan patuh. "Mas, besok antar aku jalan-jalan pagi keliling kompleks, ya?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD