Malam Damai

1231 Words

Sinar mentari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah gorden kamar rumah sakit, menyinari wajah Kayla yang masih terlihat sedikit pucat. Saat kelopak matanya perlahan terbuka, pemandangan pertama yang ia tangkap adalah sosok Arhan yang duduk setia di samping ranjangnya, menatapnya dengan senyum tulus yang begitu hangat. Bukannya membalas senyuman itu, Kayla justru langsung memajukan bibirnya, memberikan tatapan cemberut manja yang membuat Arhan tertawa kecil dalam hati. "Pagi, Sayang. Makan dulu, ya? Aku sudah siapkan," ucap Arhan lembut, suaranya tenang menyejukkan hati. "Nggak mau," jawab Kayla singkat, masih dengan wajah ditekuk. Melihat bibir istrinya yang mengerucut lucu, Arhan merasakan rasa gemas yang tak tertahankan. Ia ingin sekali mengecup bibir itu agar omelan manja istrin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD