"Kok bisa Kayla nikah cepat gitu?" ucap Zevan, menyetir mobilnya dengan kasar, wajahnya dipenuhi frustrasi. "Lo kok mikirin si Kayla mulu, sih?! Gue bunuh dia!" ancam Laras dari kursi penumpang, matanya menyala penuh kebencian. "Lo bunuh dia, gue bunuh juga lo!" balas Zevan, geram. Ia mengerem mendadak, membuat mobil berdecit. "Kapan lo anggap gue pacar lo?!" teriak Laras, menuntut pengakuan. "Siapa yang pacaran, anjir?! Lo nempel terus sama gue!" bentak Zevan, kesabarannya habis. "Lo mau tidur sama gue, tapi lo nggak mau nganggap gue pacar lo! Anjing lo, Van!" teriak Laras histeris, air matanya mulai tumpah. "Lo yang maksa! Gue nggak pernah minta, ingat itu!" balas Zevan sambil menepi. Ia menyuruh Laras turun. "Antar gue ke rumah Tante gue!" pinta Laras. "Naik taksi bisa, k

