Kayla turun dari lift, menuju lobi dan keluar mencari taksi. Namun, Frans segera menghampirinya. "Nyonya mau ke mana?" tanyanya. "Pulang ke rumah Ibu," jawab Kayla. "Mari saya antar," tawar Frans. "Oke," ucap Kayla. Ia pun masuk, dan mobil pun melaju. Di rumah, Kayla menonton TV, mengemil, dan bermalas-malasan seperti biasa. Malam harinya, ia tertidur pulas. Namun, suasana di luar rumah sangat mencekam. Seseorang menyiramkan bensin ke rumah Kayla, lalu membakarnya. Para tetangga sudah heboh. Arka terbangun karena asap masuk ke kamarnya di lantai atas. Ia turun dengan cepat, membangunkan Ibunya dan Kayla. Mereka bertiga berhasil keluar dengan selamat, meski Bu Ami terbatuk-batuk. Mobil pemadam kebakaran datang dengan cepat. "Kok bisa?" ucap Arka heran, melihat api yang sud

