Pagi itu, suasana meja makan terasa hangat. Sinar matahari tipis menembus jendela, menyinari wajah Kayla yang tampak jauh lebih tenang setelah berbagi beban masa lalunya. "Mas, Zay bilang dia ingin sekali ketemu sama Evan," ucap Kayla di sela sarapannya. Arhan mendongak, menyunggingkan senyum tulus yang membuat jantung Kayla berdesir. "Nanti sore kita ke sana ya, Sayang." "Oke," jawab Kayla singkat, lalu meminum susunya dengan perasaan lega. "Oh iya, siang ini aku mau mampir ke rumah Ibu dulu ya, Mas. Mau kasih oleh-oleh." "Aku antar ya?" Arhan menawarkan diri dengan lembut, yang dijawab Kayla dengan anggukan dan senyuman manis. Setelah sarapan usai, Arhan mengantarkan istri dan anaknya ke rumah sang mertua. Sebelum berangkat ke kantor, ia mendaratkan kecupan lama di kening Kayla—sebu

