Terpaksa Nikah

1093 Words

Bu Ami masuk ke ruangan itu. Arhan sedang duduk di sofa, matanya menatap serius ke arah tab yang ia pegang—mengecek pekerjaan. Begitu mendengar langkah kaki, ia segera berdiri dan menatap ibunya. “Bu sudah datang,” ucap Arhan sopan sambil menunduk sedikit. “Kayla kenapa?” tanya Bu Ami sambil menatap tubuh Kayla yang masih terbaring lemah di ranjang, belum sadar sepenuhnya. Wajahnya pucat, nafasnya pelan. Arhan menunduk, menghela napas panjang, seolah kalimat yang akan keluar darinya terlalu berat untuk diucapkan. “Dia hamil, Bu,” ucap Arhan lirih. “Apa?” suara Bu Ami bergetar, tubuhnya limbung. Ia memegang d**a, seolah tak sanggup menerima kabar itu. “Saya akan tanggung jawab, Bu. Saya akan nikahi Kayla,” ucap Arhan mantap, meski matanya sedikit gemetar. “Ya sudah, segera saja. Aib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD