part 22

1030 Words

Bagian 22 “E… kak..kak Lucas?” Jiwa tidak bergerak, kakinya mundur satu langkah, diam dan tidak tahu harus melakukan apa, sedangkan Lucas dengan sikap yang santai dan pertanyaan yang dia ucapkan tanpa beban sedikitpun.             “E…” Ana melihat Jiwa dibelakangnya, menunduk tanpa melakukan atau mengatakan sesuatu. Ana tau Jiwa merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini.             “Eh kak Lucas, tadi bagus banget loh untung kak Lucas jago” Yogi datang tanpa permisi, dengan wajah sumringah dan meletakkan di bahu Ana.             “Iya kamu juga bagus”             “Ah kak Lucas mujinya jujur banget hehe”             “Apaan sih Yog” Kadang kadang-kadang bagaimana dia bisa dekat dengan Yogi ditambah tergila gila dengan teman seangkatanya itu.             “Yahh ujan, deres banget

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD