Part 14 Pagi ini begitu dingin, bagaimana tidak hujan tiba tiba mengguyur sejam semalam dan belum reda juga, laki laki dengan panampilan rapi terus melihat jam dipergelangan tangannya, sudah waktunya, pikirnya. Sebenarnya Lucas terlalu malas membawa mobil menuju kampusnya, tapi mau bagaimana lagi hari ini hujan belum ada tanda tanda reda, Luca terlalu malas kejebak macet di ibu kota di hari yang sibuk. Tiba tiba Lucas memikirkan seseorang, ya Lucas memikirkan Jiwa bagaimana dia berangkat kekampus karena yang dia tau Jiwa bawa motor metic kesayangannya. “Apaansih” Lucas cepat cepat menghalau bayangannya tentang Jiwa, entah kenapa belakangan ini dia terus memikirkan Jiwa, sepertinya Lucas benar benar sudah terpikat dengan pesona gadis yang hanya menyogoknya dengan nasi kuning

