Zayn mendapat telpon dari ayahnya untuk segera pulang. Anak tunggal dari pemilik pesantren terbesar setempat tentu harus mengadakan resepsi pernikahan anaknya untuk mengumumkan pernikahan mereka di depan umum, agar kelak jika Zayn bermesraan di depan umum dengan Citra tidak akan menimbulkan fitnah. Ratih dan Ferry tentu tak mempermasalahkan tentang di mana resepsi itu akan diadakan. Mereka menyerahkan semua keputusan pada sang anak. Karena tujuannya sejak dulu adalah menitipkan Citra pada orang yang tepat, agar ketika mereka telah tiada, Citra tak hilang arah dan selalu ada yang membimbing menuju kehidupan yang sesungguhnya. Acara yang sakral dan seumur hidup sekali, begitulah gambaran bagi mereka yang kini sedang mempersiapkan resepsi pernikahan terbaik mereka. Dan tentunya, pihak perem

