Mereka menuju sebuah restoran yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal mereka. Situasi lalau lintas siang ini lancar jaya meski masuk jam makan siang. Perasaan hati Evi mendadak tak karuan. Ini pertemuan yang tak diinginkan sepanjang sejarah hidupnya. Meski sudah memberikan penolakan dan orang tuanya setuju, nyatanya pertemuan tak bisa dihindari. "Nah, di sini tempatnya." Tak lama kemudian mereka tiba di restoran yang menjadikan bebek sebagai hidangan utama. Ayah Agus langsung memarkir mobilnya, tak jauh dari pintu masuk. "Ayo, De!" Ibu Dahlia menuntun putri cantiknya yang terlihat tak b*******h. Melalui tangannya ia mencoba menenangkan Evi jika semua akan baik-baik saja. Begitu masuk, keduanya langsung menuju meja yang ditunjukkan oleh Pak Broto melalui pesan teks. Suasana d

