Pintu kamar Evi terbuka, Ibu Dahlia yang melintas pun langsung masuk. "Dede mau kemana?" Ibu Dahlia menghampiri putrinya yang kini sibuk mengepak barang-barangnya ke dalam koper. Wanita itu menunjukkan raut wajah tak rela jika putrinya harus pergi lagi. "Pulamg ke Jakarta." Evi memberikan jawaban. Ia sudah memutuskan kembali lebih cepat dari jadwal yang ia rencanakan. Semalam ia sudah memikirkannya dengan matang jika ia harus segera kembali untuk mengurus semuanya. Dua hari sudah ia berada di rumah orang tuanya dan kini tiba saatnya ia kembali ke ibukota. Sebetulnya jatah liburnya tiga hari, namun Evi mulai tak betah di rumah. Perjodohannya dengan Beben menyisakkan kesedihan yang mendalam dan membuat hari-harinya menjadi tidak tenang. Meski kedua orang tuanya tak memaksa namun tetap

