Esok harinya, Faiz dan kelurganya kembali dari Puncak. Begitu melihat mobil mereka tiba di halaman rumah, Evi segera bergegas untuk menyambut kepulangan mereka berempat. Bisa saja mereka butuh bantuannya dalam mengangkut barang-barang. "Assalamualaikum."Terdengar ucapan salam di depan pintu. "Waalaikumsalam." Evi segera membukakan pintu ruang tamu. Bukan hanya Evi yang memburu mereka melainkan Bi Denok juga. ART itu dengan sigap hendak mengambil barang bawaan majikannya. "Evi! Kapan kamu kembali?" Sekar terkejut melihat kehadiran Evi. Perkiraannya Evi baru akan kembali malam nanti. "Kemarin Tante." Evi tersenyum lebar. Ia sudah memprediksi jika Sekar pasti akan terkejut. "Kemarin!?" Sekar semakin terkejut. Ia tak menyangka jika Evi akan kembali lebih cepat dari rencana yang tel

