Jauh itu ketika ada jarak yang memisahkan keduanya. Bukan hanya jarak jauh antara raga yang melewati ribuan kilo meter, tapi memberi jarak hati dan komunikasi pun sama-sama disebut jauh. Mereka memang satu atap, tapi siapa tahu mereka menganggap bahwa hanya dua orang asing yang terjebak dalam perjodohan paksa. Demi keluarga, demi orang tercinta agar bisa bahagia. Setidaknya, hatinya yang luka masih bisa membuat orang terdekat tersenyum bangga. Entahlah... Dalam rumah itu seolah tempat persembunyian. Saling berusaha untuk tak berjumpa. Tak ada sarapan atau makan malam bersama. Bahkan kamar mereka berbeda, ibarat yang satu di bawah tanah, yang satu lagi di atas kayangan. Saling sapa pun tidak. Pernikahan macam apa namanya? Mereka lakukan dengan kesadaran penuh. Mereka berdua lakukan atas

