bc

Two Strangers

book_age16+
720
FOLLOW
8.4K
READ
love after marriage
arranged marriage
goodgirl
self-improved
drama
sweet
others
betrayal
like
intro-logo
Blurb

A Story Romance.

Season 1 (El Bara Pradipta & Ariana Malik)

Takdir telah mempertemukan mereka berdua dalam perjodohan keluarga.

Namun, akan jadi seperti apa pernikahan mereka jika keduanya sama-sama pernah mengalami patah hati di masa lalu, dan saling menutup diri layaknya dua orang asing???

Akankah Cinta datang pada mereka berdua dan menyembuhkan luka???

Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa untuk tap LOVE.

Daily Up Selama Bulan Juni-Juli 2022

.............

Season 2 (El Rumi Pradipta & Alia Nathania)

Alia memang pandai menyimpan rahasia termasuk dari sahabat baiknya. Dan masih banyak rahasia lainnya. Lambat laun rahasia itu mulai terkuak satu persatu. Hingga, dirinya yang kuat sebenarnya adalah wanita yang rapuh penuh dengan luka.

Lalu, ditengah luka itu, El Rumi Pradipta datang dengan sejuta kejutan.

"Kalau memang Nak Rumi benar-benar serius dengan Alia. Saya nikahkan malam ini juga. Bagaimana?" Ucap seorang pria paruh baya, yang El Rumi tahu itu adalah Ayah Alia.

"Bagaimana?" Tanyanya lagi, karena mendapatkan El Rumi yang diam membisu.

"Saya bersedia." Ucap El Rumi dengan mantap.

"Kalau begitu, beritahu kedua orangtuamu, dan akad dilaksanakan setelah sholat magrib."

chap-preview
Free preview
Bab 1 : Awal Mula Kehancuran
Mobil mewah keluaran terbaru berhenti disebuah area apartemen mewah yang menjulang tinggi hingga ke awan. Dari dalam mobil tersebut keluar seorang wanita dengan pakaian seksi dan ketat, tidak lupa make-up yang terlihat berlebihan dari biasanya. Langkah kakinya sedikit tertatih akibat sepatu hak tinggi yang gadis itu tidak pernah pakai, belum lagi dress ketat yang menampilkan pahanya yang terekspos bebas sesekali ia turunkan, merasa tidak nyaman. Memasuki apartemen mewah dengan harga selangit, bermaksud ingin memberi kejutan pada sang kekasih yang sudah lama tidak bertemu setahun belakangan. Akibat jarak yang memisahkan, Jakarta-Batam. Belum lagi wanita itu sibuk menyiapkan skripsi kelulusan, dan sang kekasih tengah sibuk meniti karir. Sebelumnya mereka satu kampus. Tepat hari ini, Anniversarry ke tiga tahun. Wanita itu membawa cake lemon tart favorit mereka berdua, bahkan secara khusus gadis itu akan memberikan kado jam tangan mewah yang diidamkan sang kekasih selama ini. Kini wanita itu sudah berada di dalam lift sendirian, pintu lift akan segera tertutup. Namun, satu kaki dengan pantopel hitam yang begitu mengkilat mengganjal agar pintu lift kembali terbuka lebar. Dengan tergesa-gesa masuk, tampak seorang pria berjas hitam tengah sedang mengatur nafas, seolah sudah mengikuti lomba lari maraton. Pintu lift pun tertutup kembali. Tanpa sengaja, kedua tangan itu bersentuhan secara bersamaan saat akan menekan tombol 10 sebagai tujuan wanita itu, yang ternyata menjadi tujuan pria yang baru datang tersebut. Dengan cepat wanita itu menarik tangannya, merasa tidak enak hati telah bersentuhan dengan pria asing. Sepi dan sunyi. Sama-sama saling diam dengan suasana hati yang berbeda. Si wanita tengah tersenyum bahagia, sedangkan si pria wajahnya tampak gelisah. Hingga akhirnya, suara denting lift berbunyi membuyarkan fikiran keduanya, ternyata sudah sampai. Pintu lift terbuka dan sama-sama keluar. Pria itu mengikuti langkah wanita yang bersama di lift tadi. Kemana kaki wanita itu melangkah, pria itu terus saja mengikutinya. Ada kecurigaan dan ketakutan dalam hati wanita dengan pakaian seksi tersebut. Hingga, sampai tujuan, berada di depan sebuah pintu dengan nomor unit 80. "Maaf, kau mnegikutiku sejak tadi? Anda siapa?" terdengar suara begitu lembut dan sopan dari mulut wanita itu. Merasa tidak penting, Pria itu enggan untuk menjawabnya sama sekali, hanya melirik sekilas dengan air muka yang begitu tidak bersahabat. Merasa diabaikan, dan semakin curiga atas tingkahnya. Lantas, wanita itu kembali melayangkan pertanyaan lagi. "Maaf, apakah anda tuli atau bisu? Saya bertanya pada anda? Apa tujuan anda mengikuti saya? Jangan-jangan...!!!" ujarnya menuduh yang tidak-tidak pada pria yang ada dihadapannya. Mau memperkosa, mencopet, atau lain sebagainya. Pria itu mundur beberapa langkah, memberi jarak dari hadapan wanita tersebut. "Maaf, anda bertanya pada saya?" tanya Pria itu dengan wajah meledek. "Helloo, kamu fikir saya bertanya sama siapa? Sama tembok? Saya nanya sama orang, kamu orang bukan?" Gadis itu mulai meinggikan suaranya, suara lembut dan sopan itu telah menghilang akibat sikap menyebalkannya pria tersebut. "Maaf, saya tidak banyak waktu untuk meladeni Anda.... Nyonya." tegas Pria itu menekan kata Nyonya. Lalu, mengibaskan tangannya menyuruh wanita dihadapannya agar segera enyah dari depan pintu. "What! Nyonya?" terlihat jelas sekali wanita itu marah. "Apakah mata Anda juga katarak?" tanyanya dengan kedua mata melotot. "Saya masih muda, seenaknya dipanggil Nyonya, umur Saya itu baru 23 tahun, lebih pantas dipanggil Nona." lanjutnya menegaskan. Pria itu tampak biasa saja. Kedua manik matanya menatap tajam kepada wanita yang ada dihadapannya dari atas rambut hingga ujung kaki. Lalu, memberikan komentarnya. "Nona? Yang benar saja!!!" ucapnya tidak percaya. "Tapi penampilan anda seperti Nyonya anak dua. baju seksi dengan make-up seperti ondel-ondel. Dan..." Wanita itu menggeram kesal, tampak terlihat giginya menggeretak protes. Pria itu malah melayangkan sebuah senyuman meledek, puas dan kembali melanjutkan ucapannya yang terhenti tadi. "... Terlihat seperti wanita panggilan." Lanjutnya dengan wajah tanpa dosa. Ia kelewat berbicara demikian, karena terpancing dalam keadaan suasana hati yang sedang tidak baik. Sebuah tamparan melayang ke arah pipi pria tersebut. Plak... Terlihat sedikit memerah di pipi putih pria itu, dan mengelusnya perlahan meringankan rasa panas dan sakit. Memang pantas untuk perkataannya yang begitu menyakitkan yang telah merendahkan seorang wanita. "Jaga bicara mu!!!" sungut wanita itu penuh api kemarahan yang sangat jelas dari sorot matanya, karena merasa telah direndahkan. Ternyata penampilan yang seksi seperti ini membawa petaka bagi wanita itu. Niatnya, ingin menuruti keinginan sang kekasih. Ternyata salah. "Nyonya, lebih baik kau menyingkir dari sini. Saya ada keperluan mendesak untuk segera masuk ke dalam Apartemen ini." Ujar pria itu menahan amarah. Jangan sampai Ia berbuat kekerasan. "Jangan mengusir orang seenaknya. Asal Anda tau, ini Apartemen pacar Saya, Ada kepentingan apa Anda kesini sebenarnya, hah...?" wanita itu tidak habis fikir, ada Pria yang seperti di dunia ini. Penampilan begitu berkelas namun mulut dan fikirannya seperti tidak pernah merasakan kelas pelajaran adab. Rendahan. "Oh, jadi ini apartemen pacar anda. Kalau begitu buka sekarang juga? sebagai bukti kalau anda memang bukan wanita panggilan!!!" titah Pria itu menantang, meminta pembuktian. Untuk membuktikannya, wanita itu menekan satu persatu angka berupa pasword yang sudah ia ketahui. Dan seketika berhasil terbuka. Tanpa aba-aba Pria itu langsung membuka handle pintu, dengan cepat masuk ke dalam. Lalu, di ikuti oleh wanita itu, dalam benaknya penuh dengan pertanyaan. "Dasar pria ini benar-benar tidak sopan srkali, menyebalkan, maen menyelonong masuk saja. Dasat tidak punya malu." gerutu wanita sedikit berbisik. Namun, masih terdengar jelas oleh pria yang telah melangkah lebih dulu, seolah tengah memandu jalan. Pria itu berbalik menoleh ke arah wanita itu. Mendesis dengan jari telunjuknya di bibir sendiri, memerintakan agar tidak banyak bicara. Wanita itu menurut, diam. Dalam diam ia kebingungan seperti orang linglung. Bukannya Ia sedang kesal pada pria asing dengan mulut seperti seblak pelakor, pedas gila. Malah, langkahnya mengikuti pria itu berjalan masuk semakin ke dalam. Ruang apartemen tampak sunyi, dan sedikt gelap, hanya ruang kamar yang terlihat menyala, bahkan pintunya terbuka lebar . Ketika semakin mendekat, samar-samar suara sepasang pria dan wanita seperti sedang mengerang panjang, kenikmatan. "Kamu sangat nikmat, sayang. Aku sudah tak tahan. Aahhhhhhh..." terdengar semakin jelas suara seorang pria yang tidak asing di telinga wanita itu. Yang tak lain adalah kekasihnya. Wanita itu syok, jantungnya mendadak berdetak lebih kencang dari biasanya. Ada perasaan aneh yang menjalar relung hatinya, sesak, sakit, perih, entahlah! semuanya campur aduk. Ditambah, dalam benaknya penuh dengan seribu pertanyaan, dan dipaksa harus menerima ini semua. Berharap hanya sebatas mimpi. Tanpa terasa, kedua matanya sudah memerah dan terasa sangat panas. Seketika telah membendung cairan bening yang sedang Ia tahan. "Erlangga!!!" panggil wanita itu dalam hati adalah Kekasihnya. "Ih, Kamu curang, sayang. Aku belum puas!!!" jawab seorang wanita dari ruang kamar yang sama dengan nada manja. Pria dari balik dinding itu sangat mengenalnya. Ia calon istrinya, dua bulan lagi akan segera menikah. Tampak pria itu, rahangnya yang keras menahan amarah sejak tadi, kedua tangannya semakin mengepal kuat, hingga jemarinya memucat. Dadanya sudah bergerumuh hebat, gelisah sejak mendapatkan kabar perselingkuhan tunangannya. Dan memang benar. "Kamelia." gerutunya dalam hati pria itu. "Maafkan aku, sayang. Salah kamu kenapa selalu enak. Aku Janji, ronde kedua aku yang akan membuatmu puas, tidak henti-hentinya menyebutkan namaku di setiap rintihan nikmatmu, seperti yang sudah-sudah." ucap Erlangga. "Benarkah?" tanya Kamelia memastikan dengan janji Erlangga diselangi derai tawa yang begitu renyah. Tak terasa bulir bening yang wanita itu tahan, mengalir begitu saja. Semakin sesak dadanya. masih terasa mimpi, menolak percaya. "Mau aku buktikan sekarang?" Erlangga langsung menunjukan buktinya saat itu juga dengan memberikan ciuman disekujur wajah Kamelia secara bertubi-tubi, hingga Kamelia merasa kewalahan. "Stop sayang... Lebih baik buktikan tentang keseriusan kamu padaku?" "Harus dengan cara apa aku membuktikannya lagi, Kamelia?" "Akhiri hubunganmu dengan kekasih kayamu itu!" "Ariana namanya, sayang." ralat Erlangga. "Iya, maksudku si Ariana si bodoh dengan penampilannya yang sok suci itu, kan?." ujar Kamelia sebenarnya jengah. "Iya sayang terserah kamu aja mau ngatain dia apa. Aku nggak pernah cinta sama dia. Selama ini, Aku cuma manfa'atin kebaikannya aja. Dia itu royal banget sayang, biayain kuliah aku, ngasih kebutuhan yang aku mau, uang, barang-barang mewah. Tapi, yang pasti cinta aku cuma sama kamu aja." "Dasar gombal." Ketika namanya disebutkan, wanita itu semakin menangis kencang. Namun, berhasil dibekam oleh tangannya sendiri, yang ada kedua bahunya bergetar hebat. Belum lagi, ketika mendengar fakta yang sebenarnya. Bahwa Erlangga selama tiga tahun menjalani hubungan ini tidak ada rasa cinta sedikitpun. Dirinya hanya menjadi ATM berjalan. Berniat membantu dirinya yang kesusahan, malah dimanfa'atkan. "Terus, kapan kamu mau bicara sama si batu Bara, dan membatalkan pernikahan kalian." tanya Erlangga. "El Bara, sayang." "Iya, si Batu Bara." "Hmm. Aku belum ada kesempatan untuk bicara sama Dia. Dia itu sok sibuk kerja, sok suci, tidak romantis, tidak pernah perduli, terlalu posesif, dan sok ngatur. belum lagi teman dekatnya, ngakunya sahabat tapi kemana-mana bisa jalan sama Dia. Ya, meskipun Dia royal kaya pacar kamu. Tapi kebahagiaan dan kenyamanan tidak bisa dibeli dengan uang. Semuanya dari hati. Dan hati aku nyamannya cuma sama kamu." ucap Kamelia tak kalah menggombal. "Berani gombal juga. Berarti harus berani telepon si batu Bara sekarang juga, batalkan pernikahan kamu. Dan menualah bersamaku?" "Ok... Berani! Siapa takut. Bukankah kita sering menjawab telepan pacar saat kita sedang berduaan?" "Tapi kali ini beda sayang. Mengakhiri semuanya!!! berani?" tantang Erlangga. "Ok, Apa imbalannya?" "Ronde ke-tiga." jawab Erlangga. cepat. Keduanya kembali tertawa memenuhi ruang kamar yang mereka tempati. Tawa mereka berdua membuat hati Ariana sakit, air matanya sudah banjir, make-up diwajahnya sudah luntur tak beraturan, bahkan lipstik yang Ariana pakai, ia hapus paksa, berantakan entah seperti apa wajah Ariana sekarang, ia benar-benar tidak perduli. Saat ini yang Ariana perdulikan adalah hatinya akan seperti apa nanti. Kamelia mengambil ponsel yang berada di dalam tas, dan segera melakukan panggilan pada calon suaminya itu. Ralat. sebentar lagi akan menjadi mantan tunangan. Tak lama, panggilan pun tersambung. Suara nada dering I Phone "Original Tone", memenuhi seisi ruangan. Ariana yang sedang menangis pun dikagetkan dengan dering ponsel yang terdengar begitu dekat dipendengarannya. Bukan Ariana saja, melainkan makhluk dua yang sedang bertelanjang di kamar mendengarnya dan kaget luar biasa. Pasalnya di apartemen hanya mereka berdua. Pria itu tampak biasa saja, bahkan cenderung datar. Dering ponsel itu adalah miliknya. Ia merogoh ponsel yang berada di saku celana hitamnya, melihat dengan senyum yang dipaksakan. menertawakan nasibnya yang malang. Layar ponsel itu menampilkan sebuah panggilan masuk dari seseorang. Kamelia is calling. Lengkap dengan foto seorang wanita yang sangat cantik, sebenarnya lebih cantik Ariana, hanya saja Kamelia ini pandai berdandan. Dengan jelas Ariana membaca sebuah nama yang tertera di ponsel milik pria itu. Apakah pria ini adalah calon suami yang disebutkan oleh wanita selingkuhan pacarnya_Erlangga? Ariana menatap tajam pada pria yang berada disampingnya. Di balas dengan tatapan sendu oleh pria itu. Ariana tertegun seketika, pandangan mereka terkunci cukup lama dengan latar dering ponsel yang masih menyala. Ternyata... Yang merasa dikhianati bukan hanya Ariana saja, melainkan pria yang berada disampingnya, mengalami hal yang sama. El Bara.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.4K
bc

Kali kedua

read
223.1K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.7K
bc

TERNODA

read
204.5K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook