Bab 2 : Mengakhiri Segalanya

1579 Words
Keadaan Apartemen Erlangga sudah tak beraturan. Tak serapi saat pertama mereka semua datang. Cuaca malam ini sangat dingin, di tambah suasana terasa mencekam yang dirasakan oleh ke-empat manusia yang sedang merasakan gejolak hati yang beragam. Di khianati, di sakiti, dan juga ada penyesalan. Cake lemon tart yang Ariana bawa, dengan sengaja ia menaruhnya di atas meja ruang tamu. Terlihat manis, dan segar, lengkap dengan sebuah tulisan ucapan "Happy anniversary 3 years" tidak lupa lilin kecil yang berjumlah 21 buah, yang artinya adalah tanggal jadian hubungan Ariana dan Erlangga. satu persatu Ariana tancapkan di atas kue tersebut hingga habis. Air mukanya ia tahan mati-matian agar terlihat baik-baik saja. "Tiga tahun yang lalu, Kamu menyatakan cinta, berjanji akan selalu setia sampai kapanpun. Tapi, tepat di malam ini, di tanggal yang sama, kamu telah mengingkari janji yang telah kamu ucapkan dulu." Ariana tersenyum miris, menertawakan kisah cintanya sendiri sudah kandas, tidak ada harapan. Erlangga hanya diam membisu, tak mampu menjawab perkataan dari Ariana. Yang ada, Erlangga kini tengah meringis kesakitan diwajahnya. Ya, wajah Erlangga penuh dengan luka memar dan darah segar dari sudut bibirnya, akibat ulah dari El Bara. Saat tragedi suara dering telepon. El Bara tidak bisa lagi menahan amarah yang sudah mendidih sejak tadi siang. Ia meluapkan semua amarahnya saat itu juga, menghajar habis-habisan wajah Erlangga tanpa ampun. Kejadian awalnya adalah El Bara baru saja selesai meeting dengan klien penting. Tak lama, Ia mendapat notif chat dari nomor baru berupa sebuah video. Di mana, isi video tersebut adalah Kamelia dan seorang lelaki masuk kedalam sebuah Apartemen begitu dengan mesra. Ia segera menuju di mana Kamelia berada setelah mendapatkan notif chat dari nomor yang sama berisi sebuah alamat, dan kata-kata yang membuatnya ingin segera membuktikannya. "Buktikan sendiri, jika tidak percaya, mereka sering melakukannya di sini, setahun terakhir." Selama ini, El Bara sangat percaya pada tunangannya. Bahkan, Teman dekatnya, Shanum selalu mengatakan bahwa Kamelia telah berselingkuh. El Bara tetap pada pendiriannya, Ia percaya. Hingga, akhirnya kepercayaannya mulai goyah. Lalu, membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. Benar. Dirinya, telah di khianati. Hubungan yang sudah jauh melangkah, dan tinggal satu langkah lagi menuju hubungan yang sebenarnya, yaitu pernkahan. Kini, musnah. Ia telah dijatuhkan sedalam-dalamnya ke dalam jurang penghianatan. Jika saja, Ariana dan Kamelia tidak memisahkan mereka berdua, mungkin Erlangga sudah habis tanpa nyawa ditempat, akibat hantaman keras dari El Bara yang kuat seperti sedang kerasukan setan. Saat ini, Kamelia dengan adegan romantisnya sedang mengobati luka Erlangga dengan obat P3K yang tersedia. Sedangkan dari jauh, El Bara memandang mereka berdua dengan perasaan muak, sesak, dan sakit. Ariana pun sama, hatinya semakin sakit. Entah bagaimana jika emosinya tidak bisa dikendalikan, Apa Ariana juga akan baku hantam dengan kamelia. Misalnya, saling jambak rambut atau cakar-cakaran. Bahkan, jika bisa kue yang ada didepannya sudah ia lempar ke wajah mereka berdua dengan wajah tanpa dosa. Kenyataannya, Ariana bukan tipe wanita seperti itu, ia tidak ingin mengotori tangannya dengan hal gila, bahkan untuk menyentuhnya saja enggan, jijik dengan mereka berdua. El Bara tidak perduli dengan luka yang ada ditangannya, bekas pukulan dahsyat yang ia berikan pada Erlangga sempat meleset, dan telah memukul sebuah meja makan yang terbuat dari kaca sampai retak dan pecah. Perih akibat luka ditangannya tidak seberapa dibanding luka dihatinya yang sangat membekas. sebuah sayatan besar yang sengaja disiram air cuka. Kamelia adalah wanita satu-satunya yang El Bara cintai. Ia perjuangkan, meski hubungannya sempat tak direstui oleh keluarganya. Namun, berkat kegigihan dan meyakinkan dengan berbagai cara akhirnya keluarga memberikan restu. Tapi, apa yang telah dilakukan El Bara selama ini, tidak di hargai. Malah di patahkan dengan sebuah penghianatan yang sangat fatal. Bahkan, saat El Bara menghajar Erlangga, Kamelia menjadi orang pertama yang membela selingkuhannya secara terang-terangan. Betapa sakit hatinya, terlalu KECEWA, sangat teramat... Ia muak tinggal lebih lama disini. Langkahnya dengan cepat meninggalkan mereka. Kamelia yang sedang fokus mengobati Erlangga teralihkan oleh kepergian El Bara. Lalu, Kamelia menghentikan tangan yang mengobati pria selingkuhannya untuk menyusul El Bara keluar. Tinggalah tersisa Erlangga dan Ariana dengan suasana sedikit canggung. Erlangga melirik Ariana sekejap, Melihat penampilannya yang tidak biasa, make-up di wajahnya sudah pudar, mungkin habis menangis, tapi air mukanya saat ini tampak baik-baik saja. Erlangga menyadari kesalahannya telah berselingkuh. Namun, yang ia rasakan selama ini bukan perselingkuh, melainkan telah merasakan sebuah cinta yang belum pernah ia temukan di diri Ariana. Dirinya telah jatuh cinta pada Kamelia, Sebelumnya, Ia tidak pernah merasa gila mencintai wanita manapun kecuali pada kamelia. "Aku minta maaf, Ariana. Karena tidak jujur padamu?" lirih Erlangga memulai percakapan. Manik matanya menatap Ariana penuh sesal karena telah membohongi perasaannya. Bukan menyesali perbuatan perselingkuhannya dengan Kamelia. Ariana membalas tatapan Erlangga, "Nggak apa-apa. Bahkan, Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih padamu, Kak Angga." jawab Ariana menegarkan hatinya yang sebenarnya sudah berantakan. Erlangga mengerutkan keningnya bingung dengan jawaban Ariana, "Terima kasih? Kamu nggak marah sama sekali sama Aku, Ariana?" lanjutnya tidak percaya. Cukup lama Ariana terdiam, lalu menjawab segala kebingungan yang dialami Erlangga. "Ya. Terimakasih atas kejutan dan hadiah tiga tahun hubungan kita... Dan, Aku tidak marah sama sekali, kecewa pasti. Jika, Kamu jujur dari awal, mungkin Kamu tidak perlu menjalin hubungan diam-diam seperti ini." jawab Ariana bijak. Berusaha menyembunyikan kesedihan hatinya. "Sekali lagi, Aku minta maaf, Ariana. Aku ingin jujur dari awal, tapi aku tidak tega, selama ini kamu terlalu baik buat aku." jawab Erlangga. Terlalu baik? Apakah itu sebuah alasan yang sangat tepat? Alasan Klise. Bagaimana bisa, dalam hubungan lalu berakhir dengan alasan terlalu baik? Bukankah, kita mencari pasangan yang baik? Oh ya, ralat. Jika hanya baik, itu tidak masalah. Karena, Ariana ini terlalu baik. Jadi, hubungan harus berakhir. Baiklah, Ariana menerima dengan ikhlas keputusan ini, karena dirinya terlalu baik untuk laki-laki murahan seperti Erlangga. Apakah dengan Ariana berubah menjadi 'kurang baik' akan menghentikan berakhirnya hubungan dengan Erlangga? Tentu tidak. Kenyataannya, ini semua hanya sebuah alasan. Orang akan banyak sekali beralasan untuk segera berpisah. "Semoga kamu mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dibanding Aku. Aku mengaku telah menyakitimu, tapi aku tidak menyesal telah berselingkuh. Kamelia adalah nafas ku, Ariana. Semoga, kamu mengerti." lirih Erlangga tanpa memikirkan sedikitpun wanita yang pernah menjalin hubungan dengannya selama tiga tahun. Dalam hatinya sungguh sakit. Dengan terang-terangan mengakui cintanya hanya untuk Kamelia. Lalu, dirinya selama ini apa? ATM berjalan? "Kalian memang pantas bersama. Allah telah menjodohkan kita sesuai cerminan dalam diri kita. Bahkan aku bersyukur telah lepas dari lelaki seperti kamu. Kalian memang pasangan yang saling melengkapi. aku do'akan semoga kalian selalu bahagia. Dijauhkan dari yang namanya karma." ucap Ariana tajam, menekan kata karma. Kata-kata yang diucapkan Ariana berhasil membuat Erlangga bungkam, tidak percaya dengan keberanian Ariana. Ia sangat kenal, meski Ariana adalah wanita manja, dia juga sangat menjaga dalam hal bicara. Tidak bertemu setahun dengan Ariana, banyak perubahan dalam dirinya. "Oh ya. Ini kue, aku hadiahkan untuk peresmian hubungan kalian berdua, dari pada mubadzir kan. Bisa buat makan malam kalian, hitung-hitung kalian berhemat. Dan Ini juga hadiah spesial, jam tangan mewah. Siapa tau bisa membantu suatu saat nanti, saat kamu membutuhkannya, bisa kamu jual kan?" Ariana tersenyum puas. memberikan kotak hadiah yang sudah ia sediakan. "Tidak Ariana, aku akan kembalikan semua pemberian kamu, termasuk uang yang aku pakai untuk membeli Apartemen mewah ini." lanjut Erlangga dengan rasa tak enak hati. "Santai saja, Erlangga. Aku tidak pernah menjilat ludah yang sudah aku keluarkan. Aku ikhlaskan semua pemberian untuk kamu semua." jawab Ariana dengan santai. Lalu, tersenyum samar. Kemudian, Ariana meninggalkan Erlangga yang diam seribu bahasa, langkah kakinya yang gemetar ia usahakan untuk berdiri tegak. Dirinya tidak ingin terlihat lemah di depan Erlangga. Gerak kakinya ia percepat menuju keluar pintu apartemen, meninggalkan semua kenangan yang pernah ada bersamanya. Diluar, Ariana mendapati El Bara dan Kamelia yang masih berada di lorong. Ariana meloloskan langkahnya melewati mereka berdua. Pertemuan singkat dengan dua manusia tidak penting baginya. Langkahnya terhenti di depan pintu lift, menunggu kotak besi itu terbuka. Telinga Ariana tidak bisa menolak untuk mendengar obrolan mereka, meski jaraknya lumayan jauh, namun suara itu terdengar jelas karena ruangan yang sunyi. "Maafin Aku, Sayang. Aku menyesal. Aku hilap. Jangan batalkan pernikahan kita. Aku janji akan berubah mulai detik ini. Aku melakukan ini karena kamu terlalu sibuk kerja dan Aku melakukan ini juga membalas kamu yang selingkuh juga dengan wanita itu kan? Jadi kita impas." ucap Kamelia lirih, ia memeluk El Bara dari belakang begitu kuat Pintu lift terbuka, Ariana segera masuk dengan cepat, saat menghadap ke arah luar lift. Ariana, melihat pemandangan yang ada didepannya. "Dasar, wanita macam apa si Kamelia itu, baru saja memadu kasih dengan mantan pacarku. Sekarang, sedang meluk erat lelaki lain, dan berkata menyesali semuanya." komentarnya dalam hati. Ariana merasa kasihan dengan Erlangga, bisa-bisanya mencintai seorang wanita macam Kamelia yang seperti bunglon, berubah seketika di mana saja ia berada. El Bara hanya diam menerima pelukan hangat Kamelia. Entah keberanian dari mana, Ariana menatap mereka berdua dengan tajam, dan menggidik ngeri. Pintu lift pun tertutup, membawa Ariana kelantai bawah. El Bara melepaskan pelukan Kamelia secara paksa. Lalu, tubuhnya berbalik arah, kini berhadapan dengan Kamelia dan memberikan tatapan tajam. Terlihat jelas sorot mata yang El Bara berikan untuk Kamelia, hanyalah kebencian. Dirinya terlanjur kecewa, dan El Bara merasa jijik jika disentuh oleh Kamelia. Ia sebagai pria terhormat dan keluarga yang mengerti Agama, mencoba menjaga fitrah seorang wanita dari hal zina. Hingga, sudah waktunya nanti ketika sudah halal. Namun, alasan itulah yang membuat hubungannya hancur dan merasa kecewa. "Aku maafkan. Tapi, untuk kembali, Aku tidak ingin." ucap El Bara dingin dan tajam. Tanpa ada kata tambahan lagi, El Bara pergi meninggalkan Kamelia. Kamelia masih membisu dan mematung di tempat, melihat punggung El Bara yang hilang ditelan oleh kotak besi canggih.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD