Mulai dengan positif thinking dan menurunkan amarah. Semuanya dimulai dari diri sendiri, Bukan menunggu dari orang lain. Tak ada pergulatan yang hebat dalam hati Ariana selain keyakinan hatinya yang baru saja di mulai, namun sudah digores dengan keraguan. Dua jam bukanlah waktu sebentar untuk perkara menunggu. Ia sudah menghayal tinggi apa yang akan ia lewati nanti bersama El bara sang suami. Na'as, semuanya hanya semu belaka dan berakhir kecewa. Jalanan kali ini tampak lenggang. Ariana bisa cepat sampai ke rumah. Ia segera turun lalu memberikan beberapa lembar uang untuk membayar ongkos taksi on-line. "Ini kebanyakan, Bu." Ucap supir itu. "Nggak apa-apa. Pakailah uangnya buat menuhin janji kamu." Jawab Ariana. Pria itu terlihat berkaca-kaca, "terimakasih banyak, Bu." "Sama-sama." K

