Malik menelisik potret wanita yang ada di layar ponselnya, parasnya masih muda dan begitu cantik. Sesekali diusap layar tersebut oleh ibu jari, terbitlah senyum kerinduan yang amat kentara. "Wajah putriku memang mirip denganku, tapi segala sifat dan tingkah lakunya menurun darimu, istriku." Ucap Malik seolah tengah mengajak bicara. Malik tampak memejamkan kedua matanya menikmati semilir angin pagi menjelang siang, sinar mentari hangat menyoroti tubuhnya yang memang membutuhkan kehangatan. Beberapa saat mendapatkan ketenangan. Namun, dikagetkan oleh suara keributan dari dalam ruangan. Seketika terusik, Malik membuka matanya dan beranjak bangun, melangkahkan kakinya ke arah yang membuat ketenangannya terganggu. "Ada apa ini? Siapa kau?" Tanya Malik setelah sampai di ruang tamu, dan melih

