Martabak Manis

1222 Words

Ardi melangkahkan kaki keluar dari kamar menuruni anak tangga setelah sholat subuh. Ardi menghirup aroma lezat dari arah dapur sehingga Ardi langsung turun menuju dapur. “Bi.. Masak apa? Wanginya enak banget.” ucap Ardi tanpa menatap ke arah dapur “Eh.. Tuan.. Maaf kalau saya mengganggu tidurnya,” balas Riana yang sontak mengejutkan Ardi Ardi membulatkan kedua bola mata ketika melihat siapa yang tengah berada di dapur. Bukan bibi melainkan Riana, wanita yang telah ditolong Ardi semalam, sedangkan Riana tampak ketakutan melihat Ardi berdiri di depannya. “Bibi mana?” tanya Ardi datar “Bibi lagi cuci baju tuan. Maaf jika saya lancang membantu bibi tuan. Saya hanya bingung tidak ada pekerjaan disini,” balas Riana ketakutan “Kamu lanjutkan. Saya mau ke kamar,” tukas Ardi meninggalkan Rian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD