Kanjeng 7

1081 Words

*Happy Reading* Aku mengerjap takjub. Melihat pria tua bangka itu langsung lari tunggang langgang hanya dengan ucapan singkat pria bule di sampingku ini. Pria bule? Ah, iya, pria yang tadi menolong itu memang bule yang waktu itu nebeng ojeg mobil padaku. Nah, iya. Bule yang itu! Aduh siapa ya namanya. Lupa aku tuh. Ammar atau Ammir, ya? Ah, pokoknya bule yang itu aja. Yang waktu itu nebeng dan cuma bayar aku pake kartu nama.  Asli, aku tuh masih lumayan kesel kalau inget itu. Soalnya .... Bisa-bisanya aku terperdaya sama kegantengannya yang memang tidak usah di ragukan lagi. Tapi .... Emang gantengnya gak ketulungan sih nih cowok sebiji. Heran aku. Emaknya dulu ngidam apaan, ya? Sampe punya anak seganteng dia? Okeh, cukup sampai di sana flasback-nya. Mari kita kembali ke masa sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD