*Happy Reading* "Nice. Okeh, saya ambil yang ini." Pemilik butik itupun langsung tersenyum lebar, sambil menerima sodoran kartu hitam yang Ammar serahkan. Sebelum kemudian bergegas pergi menyelesaikan pembayaran satu set gamis yang sedang aku kenakan ini. Bener-bener ya si Ammar ini. Aku rasa, dia ini salah satu anak sultan yang kebanyakan duit. Hingga melihat baju kotor itu bukannya di bersihkan, tapi malah di buang dan beli lagi. Boros banget, sumpah! "Pak, saya rasa ini terlalu berlebihan. Gamis saya itu cuma kotor kena muntahan. Di cuci dikit juga bisa. Jadi gak harus di beliin baru kayak gini. Serius, deh. Saya gak enak nerimanya." Aku pun berusaha menyuarakan uneg-unegku pada Ammar. Sayangnya, pria itu seperti tak perduli dengan ucapanku, dan malah lebih tertarik dengan gamis

