Sebenarnya aku nggak mau memedulikan Ammar dan pacar paruh bayanya itu. Terserah aja pokoknya. Aku cukup tahu diri untuk nggak pernah berharap lebih, pada pria yang memang dari segi mana pun terlihat wow itu. Baik tampang atau pun dompet. Ammar memang goals banget dijadiin incaran. Meski sampai sekarang aku nggak tahu tuh cowok sebenarnya kerja apa? Dari mulai rasa hormat yang ditaruh Bang Al dan resepsionis kantor padanya, kios yang sudah kubeli, mobil, pakaian dan semua hal yang menempel pada Ammar, menunjukan kalau dia anak sultan. Ah, jangan lupakan ucapan kembaranku juga, yang sempat menyuruhku waspada terhadap Ammar. “Sorry, Nur. Gue bukannya mau sirik atau dengki lihat lo dideketin tuh bule tajir. Tapi, gue ngomong gini, karena kita emang sahabat,” ucap Si Nurhayati tempo hari seb

