DUA PULUH EMPAT Aku tak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang berlimpah hari ini. Pertama, aku akhirnya lulus. Meski tidak sebagai mahasiswa terbaik, namun nilaiku semuanya sungguh lebih dari baik. Empat tahun menuntut ilmu, hari ini, aku berhasil. Bukan hanya berhasil mengumpulkan sedemikian banyak ilmu yang kudapat di universitas. Tapi aku berhasil membuat ayah dan bunda benar-benar bangga. See, dua orang yang tak pernah lelah menjagaku, baik aku di dekat maupun jauh dari mereka. Dua orang yang kini sudah tidak muda lagi itu tengah tersenyum begitu bangga menatapku. Bahkan aku melihat sesuatu yang berkilauan di pelupuk mata ayahku. Juga acungan dua jempol dari bunda, saat aku mengenakan toga. Aku sedang berfoto bersama beberapa teman satu jurusan. Namun pandanganku tak henti beral

