BMF - 26

1380 Words

DUA PULUH ENAM Meski masih terasa sakit, aku mencoba untuk duduk. Menatap Kiyo dengan raut tidak suka yang bersembunyi dibalik wajahku yang.. OMG, bener-bener pucat. “Aku gak mau ke dokter, Kiyo. Please, aku mau di sini aja,” rengekku. Kiyo menghela napas lagi. Dia melepas jasnya, hendak memakaikan jas itu padaku, namun aku menepisnya. “Biar gak dingin Nala. Selimut kamu itu ketebelan.” “Gak mau. Jas kamu bekas tangan-tangan ganjen temen kamu!” Lalu senyum itu kembali menghiasi wajah Kiyo. Kiyo meletakkan jasnya di lantai. Lalu menyilangkan tangannya. Masih dengan senyum geli di wajahnya. “Kamu kalau cemburu tambah cantik banget, La. Meski pucet, jadi tambah sayang aku sama kamu.” CK!!! KAAAANNN “Awwhh!!” pekikku pelan, saat tangan nakal Kiyo mencubit pipi kananku. “Sakit Kiyo!!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD