Ilusi

1091 Words
Kim Seok Jin segera menangkap tubuh Jung Ho Seok yang hampir jatuh ke tanah, pria itu terlihat kaget dan benar-benar shock melihat penampakan untuk yang pertama kalinya. Belum pernah selama 7 Tahun menjadi seorang konten kreator horor ia diperlihatkan makhluk tak kasatmata seperti ini. "J-Hope, apa kau baik-baik saja?" tanya Kim Seok Jin yang terlihat panik melihat keadaan temannya yang memprihatinkan. Keringat dingin membasahi wajah Jung Ho Seok, pandangannya masih lurus ke depan seolah tak dapat dipejamkan. "Tutup matanya, dan bawa dia ke sisi. Aku akan memvisualkan makhluk yang J-Hope dan aku lihat saat ini. Dia masih menggantung. Makhluk itu ingin memperlihatkan bahwa betapa ia menderita dan sakit menggantung di sana karena perbuatannya sendiri," kata Jeon Jung-Kook. Kim Seok Jin dan Min Yon Gi mengangguk, segera keduanya menggandeng tubuh Jung Ho Seok ke tepi dan Kim Seok Jin menutupi kedua matanya agar tertutup. "Kau bawa botol air?" tanya Kim Seok Jin pada Min Yon Gi. Pria itu mengangguk, segera ia meraih tas ransel di punggungnya untuk mengambil botol minum dan memberikannya pada Kim Seok Jin. Segera Kim Seok Jin menerimanya, membuka botol dan menuang sedikit air ke telapak tangannya untuk dicipratkan ke wajah Jung Ho Seok yang tampak terlihat menatap kosong. Air dingin seperti membawa aliran listrik ke tubuh Jun Ho Seok yang tadinya terasa dingin dan panas, sengatan itu seolah menarik dirinya dari dimensi lain dan kembali tersadar. Kini matanya dapat dikedipkan, dan menatap kedua orang di hadapannya. "Ada apa denganku?" tanyanya pada kedua teman yang terlihat cemas. "Tidak apa-apa, kau tadi tiba-tiba tak sadarkan diri," jawab Kim Seok Jin. Jung Ho Seok terdiam, pria itu lalu melihat ke arah kiri dan melihat Jeon Jung-Kook melukis sendirian dengan ditemani Kim Nam Joon sebagai kameramen yang merekam adegan. Pria itu berdiri, sepertinya sudah merasa lebih baik. Kim Seok Jin dan Min Yon Gi juga berdiri lantas ketiganya kembali bergabung bersama Jeon Jung-Kook yang sedang fokus melukis. Wajah pria itu tegang, keringat dingin sebesar biji jagung menempel di kening dan pelipisnya. Melukis mereka memang menguras energi, dipaksa melihat hal-hal yang menyeramkan memang tidak bisa membuat orang jadi lebih tenang. Meski Jeon Jung-Kook sudah memiliki kemampuan ini sejak kecil, tetap saja ketika menghadapi makhluk yang menakutkan bisa membuatnya panik hingga membuat isi perutnya ingin keluar. Gerak tangannya cepat menggerakkan kuas kecil di atas canvas, wadah cat di tangan kirinya, warna yang dipakai tak jauh dari hitam, abu dan merah. Detik kemudian Jeon Jung-Kook selesai, pria itu menghela napas dan melihat hasil lukisannya. Itu sosok yang Jung Ho Seok lihat, pria yang menggantung dirinya tepat di atas ujung terowongan ini. Wajahnya yang mengerikan tergambar jelas di dalam canvas lukisan milik Jeon Jung-Kook. "Apa penampakan ini yang kau lihat tadi, J-Hope?" tanya Kim Seok Jin. "Mengerikan sekali," sambung Min Yon Gi. Jung Ho Seok pun mengangguk, wajahnya tampak menunjukkan ringisan kengerian seketika. "Apa dia membisikkan sesuatu padamu?" tanya Jung Ho Seok pada Jeon Jung-Kook. Jeon Jung-Kook mengangguk. "Dia kesakitan, lehernya sakit," katanya dengan suara tak jelas, layaknya suara orang yang tengah tercekik. Semua orang terkejut mendengar suara Jeon Jung-Kook yang demikian, pasti makhluk itu telah memasuki tubuh Jeon Jung-Kook. "Apa kau ada di dalam tubuh teman kami?" tanya Kim Seok Jin, mereka tampak panik melihat leher Jeon Jung-Kook yang terlihat seperti orang kesusahan napas, ini tidak bisa dibiarkan. "I-iya ..." jawabnya terbata. Meski sudah tahu jawabannya tetap saja reaksi tubuh mereka terlihat kaget. "Cepat pergi dari tubuhnya!" titah Kim Seok Jin. "Bantu aku," jawab makhluk yang berada di dalam tubuh Jeon Jung-Kook. Kim Seok Jin saling pandang dengan Min Yon Gi dan pada Jung Ho Seok lalu kembali menatap wajah Jeon Jung-Kook yang sedang dirasuki. "Apa yang bisa kami bantu?" tanya Kim Seok Jin pada akhirnya. "Lepaskan jeratan di leherku," pintanya dengan suara yang merintih. Kim Nam Joon mendekat membawa kamera di tangannya, lalu melirik pada Kim Seok Jin. "Jeratan mana yang dia maksud? Kita saja tidak bisa melihat dia," katanya, dan tiba-tiba sosok asli hantu itu kini berdiri di dekat Jeon Jung-Kook membuat semua orang terjungkal ketakutan dan merasa kaget. Mereka berteriak, saat melihat wajah pucat menyeramkan berdiri di samping Jeon Jung-Kook yang sedang mengusap lehernya yang terasa baru lepas dari jeratan. Pria itu menoleh ke arah makhluk itu lantas membuka mulutnya. "Aku akan membantumu melepaskan jerat di lehermu itu," katanya dengan berani. Kim Seok Jin dan Jung Ho Seok kembali berdiri, lalu mengibaskan debu yang menempel di celana dan kedua telapak tangan mereka, lalu lanjut memperhatikan apa yang Jeon Jung-Kook lakukan. "JK, hati-hati!" peringat Jung Ho Seok. Jeon Jung-Kook mengulurkan dua tangannya ke arah leher hantu pria yang terus saja meneteskan air liur berbau busuk dari lidahnya yang menjulur, sangat mengerikan dan menjijikan membuat Jeon Jung-Kook sangat mual, tapi hal ini harus ia lakukan karena kalau tidak, hantu ini bisa saja mengikutinya sampai ke rumah. Tangan Jeon Jung-Kook menyentuh kain spanduk di leher hantu pria itu, dan melepaskan ikatannya lantas melepaskan benda yang menjerat itu dari leher si hantu pria, dalam sekejap mata sosoknya hilang bak angin, tak lagi terlihat dan tak berbau lagi. Semua orang merasa lega, menarik napas panjang untuk menenangkan jantung mereka. "Apakah sudah pergi?" tanya Kim Seok Jin. Jeon Jung-Kook mengangguk, pria itu menelan Saliva sedikit susah dan keringat dingin masih tersisa di dahinya. Dia lantas melihat ke arah lukisannya dan menjelaskan pada kamera. "Ini sebenarnya sosok lain dari penunggu terowongan ini, ternyata sosok yang aku cari tidak menampakkan dirinya di hadapanku, mungkin dia sedang enggan. Setidaknya ada sosok lain yang menyambut kita lantas meminta pertolongan, semoga ruhnya damai di sisi Tuhan," kata Jeon Jung-Kook. Semua orang mengaminkan dan mengangguk, sepertinya penelusuran mereka malam ini harus disudahi saja. Terlihat waktu pada kamera sudah menunjukkan pukul 1 lewat 25 menit dini hari, dan video yang mereka dapat malam ini sudah cukup untuk diunggah ke akun konten mereka. "Sudah cukup, lebih baik kita segera berpamitan pada pemirsa," usul Kim Nam Joon. Kim Seok Jin mengangguk. "Baiklah, cepat kau bereskan semuanya, JK. Kita sudah selesai. Oya, aku lupa kalau V dan Jimin tidak ikut serta, apakah mereka masih bertengkar?" tanyanya seraya tersenyum. "Biarkan saja, mungkin mereka berdua sedang sibuk kencan dengan kuntilanak merah," celetuk Kim Nam Joon. Keempat orang lain terkekeh mendengarnya, dan Kim Seok Jin mulai menutup penelusuran malam ini dengan baik dan mengucapkan salam sampai jumpa pada semua penggemar. Kamera di matikan, Kim Nam Joon menutup lensa dan memasukkannya ke dalam tas. Mereka semua berjalan untuk keluar terowongan yang terasa begitu pengap itu. Selain terasa pengap mengapa terowongan itu terasa panjang, di dalam pandangan mereka setiap kali mereka berjalan maju mengapa mulut terowongan terlihat semakin menjauh dan lubangnya terlihat kecil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD