Bab 61

2592 Words

Mobil sudah berhenti di perkerangan rumah papa. Jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Tanganku bahkan basah dan dingin. Aku takut sekali jika papa mendadak keluar dan mengeluarkan taringnya. Duh, sangat berbahaya untuk pamorku di depan Zayyan. Iya kali kalau tidak ada cinta, sekarang mah sudah ada sesuatu di dalam hatiku, mau tidak mau aku tetap harus memberinya muka. “Kamu tunggu di sini!” titahku seraya membuka seatbelt. “Kenapa?” Zayyan menoleh, alisnya berkerut kebingungan. “Aku pastiin dulu ke dalam. Kalau aman baru kamu boleh masuk.” “Kita gak lagi di kebun binatang. Ayolah, santai aja.” Zayyan ikut melepaskan seatbelt. “Gak boleh,” tegasku melarangnya dengan menahan tangannya agar tak membuka pintu. “Kali ini dengerin aku, please!” Zayyan membuang napas pelan lalu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD