Bab 62

1892 Words

“Kalian mau ke mana?” tanya Papa melihat aku dan Zayyan sudah siap-siap hendak keluar. “Mau pulang. Di sini gak nyaman. Ada CCTV gak nyaman bikin anak,” jawabku berterus terang. Lantas Zayyan menarik tanganku. Kebiasaan, dia tak suka jika aku berbicara terlalu frontal dengan orangtuaku. Lah mau gimana lagi, aku dari dulu memang begitu sama papa, diubah pun sulit, kecuali amnesia. Papa meletakkan tablet di atas meja lalu berjalan menghampiri kami. “Apa katamu?” “Aku mau pulang, Papa. Di rumah kami itu enak gak ada yang ganggu. Jadi kalau udah naik ke puncak itu gak nanggung gara-gara suara berisik Papa,” sindirku pada pak kumis. Enak saja dia selalu intip aku sama Zayyan di kamar. “Siapa yang berisik? Jangan su’udzon. Dosa. Iya kan, Zayyan?” Papa menoleh pada Zayyan meminta dukungan. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD