Bab 63

1748 Words

“Astaga, Nabila.” Aku memekik kaget saat melihat perut Nabila yang sudah sangat membesar daripada perutku. Iya, perutku yang terlihat gelambir karena lemak akibat Zayyan sering tawari makan malam, sedangkan Nabila berisi. Ada calon anaknya tumpang hidup di sana sampai usia 9 bulan. “Napa sih lo, datang-datang bikin kaget aja.” Nabila melirikku dan kulirik balik perutnya dengan langkah mundur, takut untuk mendekatinya. “Na, baiknya lo jauh-jauh deh dari gue.” “Kenapa? Gue gak kurapan, kudisan juga enggak.” Raut wajah Nabila polos sekali. Tapi bukan itu yang menjadi aku menjauh darinya. “Na, sumpah lo jangan dekat-dekat sama gue. Gue takut perut lo meledak.” “Astaga, Sa. Ngucap lo.” Nabila geram. Lalu mengusap perutnya. “Jangan dengerin bisikan setan. Berbahaya,” ucapnya pada anaknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD