Tiap hari terus memandangi kalender. Menghitung usia kandungan yang semakin hari semakin bertambah. Tak lupa aku melingkarkan jika sudah genap satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan kini masuk usia empat bulan. Dan di saat usia inilah, aku merasakan terbebas dari morning sickness yang sungguh membuatku menderita. Baru kutau ternyata hamil itu tidaklah mudah. Dulu selalu minta Zayyan agar segera menghamiliku dan sekarang giliran aku sudah hamil malah rasanya sekujur tubuh tak enak. Sejam enak, lima jam lemas. Dan selalu saja seperti itu. Kondisi berubah-ubah, termasuk mood juga. Tapi kalau mood sih, aku memang dari dulu ribet. Jangan kasih tau siapa-siapa kalau aku ribet. Paham! Beralih pada kalender, aku berdiri di depan cermin, membuka bajuku hingga terlihat perutku yang sudah buncit, lal

