“Sudah shalat?” Selepas pulang shalat subuh, dia langsung menghampiriku di kamar. Pertanyaan itu selalu saja ditanyakan 5 kali sehari. Tak pernah bosan. “Kenapa selalu tanyain shalat sih? Kenapa gak tanya, sayang udah makan? Gimana tidurnya enak? Anak kita gimana ada bikin ulah lagi?” cerocosku cemberut. Zayyan terkekeh melepaskan kopiah dari kepalanya. “Anak kita anak yang baik dan gak akan pernah menyusahkan umminya,” ujar Zayyan mencium perutku. “Ummi lagi, dibilangi jangan panggil Ummi, tapi Mommy. Ah, kamu ini. Mana cocok aku dipanggil Ummi, bar-bar kayak gini,” protesku sebal. Aku paling tak suka jika anakku memanggil Ibu, Ummi, kesannya kampungan sekali. Aku lebih suka dipanggil Mommy, Mami, Mimi. Panggilan kekinian bukan orang jaman-jaman dahulu. Ya, walaupun dari dulu sudah ada

