“Oy,” teriak Nabila mengejutkanku yang tengah melamun mengusap perut lapar. Mana bisa aku menahan lapar, aku memiliki tipe tubuh yang tak akan gendut meskipun banyak makan dan selama ini aku tak pernah diet, semua yang terlihat aku makan, kecuali orang, dan makanan yang tak halal lagi menjijikkan. Lantas sekarang, sudah dua hari Zayyan memaksaku untuk berpuasa dari pagi sampai sore. Sudah aku tawarkan padanya. “Boleh gak gue puasa setengah hari?” tanyaku saat itu. Memasang mimik wajah melas, berharap dia belas kasih padaku. “Boleh.” Aku sudah sangat senang saat itu tapi malah zonk, ketika dia mengatakan, “kalau kamu berada di 13 tahun yang lalu dan itu artinya ketika aku berumur 7 tahun. Memang sial dah si Zayyan. “Puasa kok lemas?” kata Nabila. Aku menghembuskan napas kasar. “Gimana

