“Sabila, bangun!” Nada suara yang tak biasa. Zayyan menggoncangkan tubuhku sampai aku membuka kedua mataku. “Apa sih? Masih ngantuk tau.” Suara terdengar serak. Aku membalikkan tubuhku lalu tidur kembali. “Jangan tidur lagi! Cepat bangun! Kita harus mandi,” ucap Zayyan mengingatkanku pada kejadian semalam. Zayyan yang menolak untukku setelah dipancing dan akhirnya malah aku memancing balik dengan melepaskan semua pakaianku. Alhasil pertualangan yang indah pun terulang kembali. Serasa tak pernah puas, mungkin inilah yang dinamakan nafsu yang paling berbahaya jika tak didasari pernikahan. Sekali disentuh ingin terus disentuh dan rasanya takkan pernah bosan, meskipun dengan gaya yang sederhana dan tempat yang sama. “Lo sahur aja dulu. Gue tidur bentar lagi.” “Masalahnya sekarang sudah j

