Puasa, satu hal yang kini menjadi beban bagiku. Bukan hanya sehari tapi satu bulan penuh. Syukur-syukur libur seminggu kalau haid, kalau haidnya akhir bulan bagaimana? Aku membuka kalender haid lalu menghitung awal bulan puasa dan akhir bulan puasa, detik selanjutnya aku tertawa kegirangan, melompat-lompat di atas kasur karena seminggu dari sekarang jadwal haid aku dan itu artinya aku bisa libur puasa. “Sekarang lompat aja terus sampai puas, nanti kalau hamil duduk aja yang santun,” ujar Zayyan. Tiba-tiba masuk membawa paper bag di kedua tangannya. “Ribet,” ucapku melompat ke bawah, lalu duduk di bibir ranjang bersama dengan Zayyan. “Saya ada hadiah untukmu.” “Hmm, mentang-mentang udah bisa jalan. Tapi lo beli apa buat gue?” Aku mengambil lalu membuka isinya tanpa menunggu Zayyan me

