Aditya sudah mengantarkan Oliv sampai rumahnya,ingin mampir tapi jelas itu tak mungkin karena sang bos terlihat benar-benar kesakitan. "Cepet dong, Dit...." rengeknya seperti anak kecil yang merengek minta jajan pada orang tuanya, tak lupa memegangi legannya yang beneran pegel kali ini. Kualat kali ya karena mengerjai Adit, DASAR Baim kurang asem. ''Iya, Pak. Ya ampun.. Bapak tadi abis latihan poli ya di ruangannya, bakal tanding sama siapa, Pak?'' ''Enak aja kamu, kamu ngeledek saya, ya?'' ''Eh, bukan gitu, Pak. Serius amat, cepet tua loh.'' Oliv yang masih memperhatikan mereka sesaat sebelum mobil berjalan pun terkekeh karenanya. ''Hati-hati, ya.'' ''Iya, kapan-kapan pulang bareng lagi, Liv.'' Belum mendapatkan jawaban dari pujaan hatinya, Aditya harus mendapatkan lembaran tisu

