Seorang gadis dengan tampilan modis, berjalan angkuh melewati pagar betis yang berbaris rapi dengan balutan seragam serba hitam yang menjadi kebanggan tersendri bagi mereka. Tubuh dan badan mereka sama-sama tinggi dan kekar, tetapi, kala gadis bertubuh ramping itu melewati mereka semua, tanpa aba-aba pun mereka semua menunduk memberikan penghormatan pada si angkuh itu. Gadis itu siapa lagi kalau bukan Dita,yang dijadikan bak tuan putri oleh pamanya. ''Kenapa lagi? Kok cemberut banget,ada masalah lagi?'' Pria yang tadinya asyik membaca koran,merasa terganggu karena gadis itu menghempaskan tubuhnya ke sofa di samping pria itu. ''Kesel....'' sungutnya dengan muka yang masih masam. David meletakkan koran ke atas meja,matanya tak lepas dari adik sepupunya yang begitu manja pada dirinya. ''

