Part 9

639 Words
Hari ini tepat 40hari Aar dipanggil yang kuasa Setiap hari Ardy selalu melihat kondisi Dyah baik itu dari deket atau dari jauh Dyah sudah mengikhlaskan Aar tapi dalam lubuk hatinya yang terdalam duka itu masih ada "Hari ini jadi ke rumah alm nak" kata ibu Dyah "Ya bu jadi nanti aku kesana duluan anak anak katanya memyusul" jawab Dyah "Jangan sedih sedih lagi ya nak kamu harus ikhlaskan Aar mungkin Aar bukan jodoh yang terbaik untukmu insyaAllah Allah akan memberikan kamu ganti Aar yang lebih baik lagi" nasihat ibu Dyah bijak "Ya bu selalu doain yang terbaik buat Dyah ya" "Ya nak doa ibu selalu untuk anak anak ibu" ***** Setelah mengendarai motor kesayangan selama 15menit Dyah telah sampai di depan rumah Aar Dyah langsung memarkirkan motornya di depa garasi "Assalamualaikum " salam Dyah sambil mengetuk pintu " Waalaikumsalam"jawab seseorang dari dalam rumah "Eh anak umi udah datang rupanya " jawab umi Ardy ya yang menjawab salam tadi adalah umi Ardy yang kebetulan berada di rumah orang tua Aar membantu persiapan pengajian 40 hari meninggalnya Aar Dyah langsung mencium tangan beliau dengan takzim " Ayo masuk ke dalam yang lain sudah di dalam tadi Ardy ma Ardan lagi keluar ambil snak untuk pengajian nanti" kata umi fatimah ibunda Ardy " Ya tante" jawab Dyah malu " Eh kok manggil tante si kan dulu umi pernah bilang kalo manggil panggil umi aja biar sama seperti yang lain kalian semua itu anak anak umi meskipun tidak lahir dari rahim umi tapi umi selalu menganggap kalian adalah anak anak umi" kata umi fatimah sambil tersenyum dan membelai kepala Dyah yang tertutup hijab " Ya umi" jawab Dyah dengan malu malu Mereka pun akhirnya bersama sama membantu mempersiapkan kebutuhan untuk malam hari Taklama kemudian Ardy dan Ardan sampai di rumah "Eh ada dulur wedok" sapa Ardan ketika melihat ada Dyah di rumah Aar Dyah hanya senyum ia segan "Halah non biasa aja kali gak usah malu malu biasanya juga malu maluin" celetuk Ardan yang mendapat pelototan dari dyah Semua seraya tertawa karena aksi kekonyolan Ardan yang godai Dyah "Udah ah lo jangan godain Dyah mulu" bela Ardy "Ciye ada pahlawan pembela ni" goda Ardan lagi hingga suara umi fatimah terdengar "Udah dulur lanang gak usah godai dulur wedok ma dulur tua dulu ini ayo segera d beresin tu rumah keburu sore" kata umi menasehati Akhirnya semua pun menyelesaikan persiapan untuk pengajian Memang ketika Aar meninggalkan mereka mereka menjadi lebih akrab dengan Dyah apalagi sama umi fatimah yang juga semakin akrab denga orang orang yang dekat anaknya Dulur lanang adalah sebutan untuk Ardan Dulur wedok untuk Dyah sedangkan dulur tua untuk Ardy karena di antara mereka bertiga Ardy lah yang paling tua umurnya Malam pun menjelang semua telah berkumpul untuk mengikuti pengajian di rumah Aar Mereka mengaji dengan khusuk hingga Takterasa pengajianpun akan berakhir Ketiga teman Dyah juga turut hadir mendoakan reman mereka Para tetangga dan sanak saudara Aar juga turut ikut mendoakan Aar Kini saatnya Dyah pamit pulang Dyah juga ikut membantu membersihkan rumah bersama Ardy dan Ardan tentunya Hingga semua selesai Dyah pamit pulang Ketika Dyah akan pulang umi fatimah menghampiri "Nak bukan lebih baik kamu di antar saudara saudaraku daripada bawa motor sendiri Ini udah malam gak baik Atau kamu sama Ardy nanti motormu biar dibawain Ardan ke rumahmu" "Eh gak usah umi nanti merepotkan aja" jawab Dyah "Gak merepotkan kok malah kami tenang kalo kamu diantar" kata umi menasehati "Udah ah lo nurut aja ma kata umi benar umi bilang entar gue bawa motor lo lo naik mobil ma Ardy tu orang udah siap bawa kunci mobil tinggal berangkat" kata Ardan ikut nimbrung Akhirnya Dyah setuju dengan umi fatimah diantar ardy Ardan mengagungkan jempol pada Ardy Ya mereka telah merencanakan semua itu dan umi fatimah mau membantu prosesnya Dyah dan Ardy pun berangkat naik mobil sedangkan Ardan naik motor Dyah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD