Part 8

417 Words
Ingin rasanya aku menangis tersedu sedu tapi aku takmampu Entah kemana perginya air mata ini Harapan kita untuk mengukir mimpi indah telah sirna karena takdirNya Hidup jodoh dan maut hanya kuasa yang tahu Semua sudah tertulis di lahul mahfudz Aku hanya bisa berdoa dan memohon pada yang kuasa agar kau mendapat tempat terindah di sisiNya Aku akan selalu mengenangmu Mengenang kenangan indah yang telah kita ukir bersama walau hanya sesaat Selamat jalan cinta semoga engkau tenang disana Di dalam hati ini akan selalu terukir namamu walau kau takterlihat lagi tapi sebagian hati ini akan aku sisakan untukmu Doaku untukmu **kata hati Dyah** Ingin rasanya aku memelukmu melindungimu mendekapmu disaat dia meninggalkanmu di dunia ini tapi aku takmampu Sebegitu cintakah kamu padanya hingga kau amat sangat terpukul ketika dia menghembuskan nafas terakhirnya..... Selamat jalan sobat semoga Khusnul khotimah Akan aku jaga amanat terakhirmu menjaga dan melindunginya Aku gak bisa berjanji untuk bisa berada di sampingnya tapi aku berjanji untuk selalu menyayanginya sampai sisa umurku Terima kasih sobat atas semua kasih sayang yang telah kau berikan padaku Terima kasih telah menjadi teman sahabat dan saudara di kala susah senang sedih dan gembira Tawa canda tangis kita akan kuingat selalu Doaku selalu untukmu **kata hati Ardy** *************** Keesokan harinya jenazah Aar sudah siap dikebumikan setelah disemayamkan di rumah duka Tangis duka menghiasi rumah Aar Ibu Aar hanya bisa melihat sang putra kesayangannya pergi untuk selama lamanya tanpa ada air mata yang membasahi pipinya Dyah juga turut hadir disana didampingi keempat sahabatnya Semuanya menekuk wajah begitu juga Ardy dan Ardan sama sama terpukul Keranda telah diberangkatkan ke TPU sekitar rumah Ardy dan Ardan turut memikul jenazah Begitu juga ketika di Liang Lahat kedua sahabatnya juga turut turun untuk mengebumikan sang sahabat Dan ketika semua rata dengan tanah tangis ibu Aar pecah "Anakku.... " kata ibu Aar dengan beruraian air mata Umi Ardy dan mama Ardan juga turut menghibur ibu dari sahabat anak anaknya " Ikhlaskan mbak yang sabar mbak InsyaAllah ini yang terbaik"nasihat umi Ardy bijak Mama Ardan takmampu mengucapkan kata hanya air mata yang keluar dari pelupuk mata Semua menangis Dyah juga ikut terisak tanpa kata dan tanpa air mata yang entah menguap kemana Teman teman Dyah dengan setia mandampingi Ardy dan Ardan lemas lunglai melihat sang sahabat pergi untuk selama lamanya Mereka semua telah meninggalkan pemakaman dan berkumpul kembali di rumah duka Doa doa terus dipanjatkan Dyah hanya bisa merenung tanpa kata Ardy yang taksengaja melihat Dyah juga iba Orang yang ia sayangi sangat terpukul atas kepergian sang sahabat "kalian minum dulu" kata Ardy sambil membawa beberapa gelas air mineral untuk Dyah dan teman temannya "Ya mas Ardy makasih" jawab Haifa mewakili teman temannya "Dyah kamu minum dulu ya" kata Ardy menghadap ke Dyah Dyah hanya diam tanpa kata Dan akhirnya teman teman Dyah turut membujuk agar mau minum Dyah minum namun masih tanpa kata Semua merasa sedih dan kehilangan Dyah masih berada di rumah duka sampai setelah ngaji malam hari dan kembali pulang ke rumahnya bersama teman temannya Dyah masih diam tanpa kata Takada kata yang terucap dari mulutnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD