Ingin rasanya aku menangis tersedu sedu tapi aku takmampu
Entah kemana perginya air mata ini
Harapan kita untuk mengukir mimpi indah telah sirna karena takdirNya
Hidup jodoh dan maut hanya kuasa yang tahu
Semua sudah tertulis di lahul mahfudz
Aku hanya bisa berdoa dan memohon pada yang kuasa agar kau mendapat tempat terindah di sisiNya
Aku akan selalu mengenangmu
Mengenang kenangan indah yang telah kita ukir bersama walau hanya sesaat
Selamat jalan cinta semoga engkau tenang disana
Di dalam hati ini akan selalu terukir namamu walau kau takterlihat lagi tapi sebagian hati ini akan aku sisakan untukmu
Doaku untukmu
**kata hati Dyah**
Ingin rasanya aku memelukmu melindungimu mendekapmu disaat dia meninggalkanmu di dunia ini tapi aku takmampu
Sebegitu cintakah kamu padanya hingga kau amat sangat terpukul ketika dia menghembuskan nafas terakhirnya.....
Selamat jalan sobat semoga Khusnul khotimah
Akan aku jaga amanat terakhirmu menjaga dan melindunginya
Aku gak bisa berjanji untuk bisa berada di sampingnya tapi aku berjanji untuk selalu menyayanginya sampai sisa umurku
Terima kasih sobat atas semua kasih sayang yang telah kau berikan padaku
Terima kasih telah menjadi teman sahabat dan saudara di kala susah senang sedih dan gembira
Tawa canda tangis kita akan kuingat selalu
Doaku selalu untukmu
**kata hati Ardy**
***************
Keesokan harinya jenazah Aar sudah siap dikebumikan setelah disemayamkan di rumah duka
Tangis duka menghiasi rumah Aar
Ibu Aar hanya bisa melihat sang putra kesayangannya pergi untuk selama lamanya tanpa ada air mata yang membasahi pipinya
Dyah juga turut hadir disana didampingi keempat sahabatnya
Semuanya menekuk wajah begitu juga Ardy dan Ardan sama sama terpukul
Keranda telah diberangkatkan ke TPU sekitar rumah
Ardy dan Ardan turut memikul jenazah
Begitu juga ketika di Liang Lahat kedua sahabatnya juga turut turun untuk mengebumikan sang sahabat
Dan ketika semua rata dengan tanah tangis ibu Aar pecah
"Anakku.... " kata ibu Aar dengan beruraian air mata
Umi Ardy dan mama Ardan juga turut menghibur ibu dari sahabat anak anaknya
" Ikhlaskan mbak yang sabar mbak InsyaAllah ini yang terbaik"nasihat umi Ardy bijak
Mama Ardan takmampu mengucapkan kata hanya air mata yang keluar dari pelupuk mata
Semua menangis Dyah juga ikut terisak tanpa kata dan tanpa air mata yang entah menguap kemana
Teman teman Dyah dengan setia mandampingi
Ardy dan Ardan lemas lunglai melihat sang sahabat pergi untuk selama lamanya
Mereka semua telah meninggalkan pemakaman dan berkumpul kembali di rumah duka
Doa doa terus dipanjatkan
Dyah hanya bisa merenung tanpa kata
Ardy yang taksengaja melihat Dyah juga iba
Orang yang ia sayangi sangat terpukul atas kepergian sang sahabat
"kalian minum dulu" kata Ardy sambil membawa beberapa gelas air mineral untuk Dyah dan teman temannya
"Ya mas Ardy makasih" jawab Haifa mewakili teman temannya
"Dyah kamu minum dulu ya" kata Ardy menghadap ke Dyah
Dyah hanya diam tanpa kata
Dan akhirnya teman teman Dyah turut membujuk agar mau minum
Dyah minum namun masih tanpa kata
Semua merasa sedih dan kehilangan
Dyah masih berada di rumah duka sampai setelah ngaji malam hari dan kembali pulang ke rumahnya bersama teman temannya
Dyah masih diam tanpa kata
Takada kata yang terucap dari mulutnya