Kabar Aar kecelakaan bagaikan petir yang menyambar di siang hari bagi Dyah
Ya yang menelepon Dyah adalah Ardan atas perintah Ardy karena Ardy taktega mendengarkan isakan Dyah
Halo ya ada apa mas Ardy jawab Dyah
Ini gue Ardan ya
Ya ada apa dan?
Gue mau sampaikan kabar tapi lo janji jangan sedih ya
Ya ada apa
Aar kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis lo jangan sedih doakan dulu nanti kalo gue pulang ke rumah gue jemput lo
Luruh sudah air mata Dyah takterbendung
Seharusnya Dyah mencegah Aar agar g berangkat
Seharusnya Aar berangkat malam itu bersama kedua orang tuanya
Seharusnya malam itu Dyah memaksa Aar agar mau berangkat bersama ora g tuanya
Dyah ingin segera ke rumah sakit tapi Ardan gak memberi kabar dimana Aar di rawat
*******,
Siang hari telah tiba
Tiba tiba ada sebuah mobil berhenti di depan rumah Dyah
" Assalamualaikum " salam tamu sambil mengetuk pintu
" waalaikumsalam" jawab ibu Dyah sambil buka pintu
" Eh nak Ardy dan Ardan mau ajak Dyah ke rumah sakit? " tanya ibu Dyah pada kedua tamunya
" Ya bu maaf kami mengabari Dyah berita buruk ini tapi memang keadaan Aar semakin hari semakin lemah kami gak mau Dyah kecewa pada kami" jawab Ardy
Beberapa saat kemudian Dyah sudah siap berangkat ke rumah sakit
" Bu aku berangkat dulu ya doakan semoga Ada keajaiban sehingga Aar bisa pulih kembali" pamit Dyah pada sang ibu
" Ya nak kalian hati hati di jalan ya kamu jug Dyah jangan tunjukkan wajah sedihmu di depan Aar meski dia gak sadar kamu harus tegar apapun yang terjadi sudah kehendakNya" nasihat ibu Dyah dengan bijak
Mereka pun berangkat ke rumah sakit tujuan
****
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ke ICU tempat Aar di rawat
Dyah langsung masuk ditemani Ardy
Setelah di dalam ruangan lutut Dyah rasanya lemas tanpa bisa mengeluarkan air mata
Dyah menghampiri Aar dan duduk di sebelah brankar sedangkan Ardy berdiri di samping Dyah
"Ar buka matamu aku merindukanmu ayo kita jalan bareng makan bareng kesukaanmu bukanlah mata ini Ar katanya kamu ingin melihat indahnya dunia bersamaku" kata Dyah sambil mengengam tangan Aar
Dyah takkuasa menahan sesak di d**a Dyah terisak sedangkan Ardy hanya mampu mengeluh punggung Dyah untuk menenangkan
"Ayo Ar bangun buka matamu" kata Dyah sambil terus terisak hingga Ardy taktega melihatnya dan mengajak Dyah keluar dari ruangan
Awalnya Dyah menolak tapi dengan segala bujuk rayu Ardy Dyah mau keluar
Sesampai di luar ruangan Dyah bertemu dengan orang tua Aar mereka langsung saling mendekat tanpa kata dan sama sama mengeluarkan air mata
"Dyah maafkan anak ibu ya jika anak ibu adalah salah" kata ibu Aar sambil terus mendekap tubuh dyah
"Bu aku yakin Aar pasti bisa pulih aku yakin Aar bisa seperti dulu lagi bu" kata Dyah sambil terus terisak
Mereka akhirnya duduk berdampingan sambil saling mengenggam menguatkan
"Dyah ibu sudah ikhlas semua yang terjadi pada anak ibu jika memang Allah lebih menyayangi dan mencintai Aar ibu ikhlas maka dari itu kamu juga harus ikhlas nak Ikhlas kan Aar agar dia bisa tenang" nasihat ibu Aar dengan bijak
"Bu aku belum mampu kehilangannya bu Aar sangat berarti bagi ku Aar...... " jawab Dyah sambil terus terisak takmampu melanjutkan kata
" Nak hidup dan mati adalah takdirnya ibu yakin jika itu yang terbaik buat kita semua ibu sudah ikhlas karena semua adalah titipan mungkin waktu ibu untuk merawat Aar sudah selesai sekarang Allah ingin mengambilnya maka ikhlaskan doakan anak ibu selalu" kata ibu Ar sambil terus terisak
"Bu aku akan belajar ikhlas jika Aar memang bukan jodohku mungkin Allah ingin memberikan yang terbaik" jawab Dyah dengan air mata yang terus membanjiri pipinya
Ardy Ardan bapak Aar kakak Aar juga ikut menangis melihat dua wanita itu yang saling menguatkan
Hingga dokter datang menghampiri
"Mohon maaf bisa bicara dengan keluarga Arik Kurniawan" kata dokter
Da n bapak Aar mengikuti dokter masuk ke ruangan Aar
Dengan lesu bapak Arik ikut masuk
Beberapa saat kemudian beliau keluar dengan wajah yang sangat lesu
Sampai akhirnya dokter mengatakan Aar telah d panggil yang kuasa
Tangis duka seketika menghampiri mereka dan Dyah gak sanggup menopang tubuhnya hingga Luruh dengan sigap Ardy membopong Dyah
Ibu Aar dan kakaknya lemas Ardan langsung memeluk dan kakak Aar di dekap sang suami
Mereka semua bersedih hati ketika orang yang mereka sayangi harus meninggalkan mereka semua dengan cepat