Hari telah berganti pagi
Pagi ini suasana di rumah sakit masih sama Ardy Ardan kakak dan orang tua Aar masih menampakkan wajah sendu
Aar masih belum sadarkan diri
Benturan di kepalanya sangat kuat dan kata dokter kemungkinan Aar bertahan sangat tipis
"Dan gimana cara gue ngomong ke Dyah kondisi Aar" kata Ardy
"Gue juga bingung ngomongnya gimana" balas Ardan
"Gue gak tega melihat Dyah sedih karena keadaan Aar andai kemarin gue tahu bakal terjadi seperti ini gue gak akan biarkan Aar berangkat sendirian" jawab Aar dengan ekspresi yang sangat sulit diartikan
"Apalagi gue awalnya gue diajak berangkat bareng pagi itu tapi gue tolak gue mau berangkat sama orang tua gue" jawab Ardan sedih
"Sebelum berangkat kemarin Aar sempat nitip Dyah ke gue katanya hanya gue yang bisa di titipan Dyah Aar begitu menyayangi Dyah Aar gak mau Dyah sedih sakit dan terluka bahkan Aar tahu bagaimana perasaanku pada Dyah" cerita Ardy dengan menyeka sudut matanya
"Ya gue tahu itu Aar pernah bercerita kalo Aar tahu gimana perasaanmu ma Dyah Aar ketika itu Aar juga bingung harus gimana" balas Ardan
"Gue bingung harus bagaimana cara ngomongnya gue....." kata Ardy yang takmampu meneruskan kata katanya
Ardy langsung jongkok daftar sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Begitu juga Andan terlihat gusar dan mondar mandir Ardan juga bingung bagaimana cara untuk memberi kabar Dyah keadaan Aar yang sesungguhnya hingga suara sepatu menghampiri mereka
"Dengan keluarga saudara Arik"
"Ya saya orang tuanya" kata seorang pria paruh baya yang taklain adalah bapak Aar
"Keadaan pasien melemah keluarga diminta menemui dokter" jawab suster
Tangis ibu Aar seketika pecah Ardy dan Ardan langsung mendekap tubuh wanita paruhbaya itu dengan tangis juga
Mereka bertiga saling memeluk menguatkan hati masing masing
Anak laki laki kebanggaan ibunya harus berjuang melawan maut
Ya Allah jika memang engkau lebih menyayanginya ambillah aku ikhlas telah menjaga titipanMu selama ini aku sebagai ibu hanya ingin yang terbaik untuk anak anakku tapi jika emang ini adalah takdir terindah untukku aku ikhlas tempatkan anakku d jannahmu dekatkan dia dengan orang sholih terima semua amal berbuat nya ampuni semua dosanya
Doa ibu Aar dalam hati dalam dekapan dua anak laki laki yang telah menjadi sahabat dan saudara bagi anaknya
******
Di tempat berbeda Dyah juga merasakan perasaan yang mengganjal hatinya
Ingin telpon Ardy tapi katanya tadi Ardy akan menghubunginya tapi semenjak tadi malam hingga saat ini Ardy belum juga memberikan kabar
Ya Allah semoga gak terjadi hal buruk pada Aar
Doa Dyah dalam hati
Dyah bingung harus melakukan apa
Ingin menghubungi Ardan tapi gak punya nomer hp Ardan
Tapi kata hati Dyah ingin segera menghubungi Ardy untuk memastikan keadaan Aar ya g sebenarnya
Akan menghubungi takut mengganggu atau takut jikalau Ardy suda pulang ke rumah
Dan akhirnya Dyah nekat menghubungi Ardy
Tapi sampai di panggilan ketiga gak ada jawaban
Ya Allah apa yang terjadi pada Aar mengapa Mas Ardy sulit dihubungi?
Kata Dyah dalam hati
Dyah juga gusar bingung harus melakukan apa
Ketika Dyah hendak berdiri handphone Dyah berdering dan ada satu panggilan masuk pada handphone.nya
Dyah pun mengangkat panggilan itu
"Hallo"