Part 6

504 Words
Hari telah berganti pagi Pagi ini suasana di rumah sakit masih sama Ardy Ardan kakak dan orang tua Aar masih menampakkan wajah sendu Aar masih belum sadarkan diri Benturan di kepalanya sangat kuat dan kata dokter kemungkinan Aar bertahan sangat tipis "Dan gimana cara gue ngomong ke Dyah kondisi Aar" kata Ardy "Gue juga bingung ngomongnya gimana" balas Ardan "Gue gak tega melihat Dyah sedih karena keadaan Aar andai kemarin gue tahu bakal terjadi seperti ini gue gak akan biarkan Aar berangkat sendirian" jawab Aar dengan ekspresi yang sangat sulit diartikan "Apalagi gue awalnya gue diajak berangkat bareng pagi itu tapi gue tolak gue mau berangkat sama orang tua gue" jawab Ardan sedih "Sebelum berangkat kemarin Aar sempat nitip Dyah ke gue katanya hanya gue yang bisa di titipan Dyah Aar begitu menyayangi Dyah Aar gak mau Dyah sedih sakit dan terluka bahkan Aar tahu bagaimana perasaanku pada Dyah" cerita Ardy dengan menyeka sudut matanya "Ya gue tahu itu Aar pernah bercerita kalo Aar tahu gimana perasaanmu ma Dyah Aar ketika itu Aar juga bingung harus gimana" balas Ardan "Gue bingung harus bagaimana cara ngomongnya gue....." kata Ardy yang takmampu meneruskan kata katanya Ardy langsung jongkok daftar sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya Begitu juga Andan terlihat gusar dan mondar mandir Ardan juga bingung bagaimana cara untuk memberi kabar Dyah keadaan Aar yang sesungguhnya hingga suara sepatu menghampiri mereka "Dengan keluarga saudara Arik" "Ya saya orang tuanya" kata seorang pria paruh baya yang taklain adalah bapak Aar "Keadaan pasien melemah keluarga diminta menemui dokter" jawab suster Tangis ibu Aar seketika pecah Ardy dan Ardan langsung mendekap tubuh wanita paruhbaya itu dengan tangis juga Mereka bertiga saling memeluk menguatkan hati masing masing Anak laki laki kebanggaan ibunya harus berjuang melawan maut Ya Allah jika memang engkau lebih menyayanginya ambillah aku ikhlas telah menjaga titipanMu selama ini aku sebagai ibu hanya ingin yang terbaik untuk anak anakku tapi jika emang ini adalah takdir terindah untukku aku ikhlas tempatkan anakku d jannahmu dekatkan dia dengan orang sholih terima semua amal berbuat nya ampuni semua dosanya Doa ibu Aar dalam hati dalam dekapan dua anak laki laki yang telah menjadi sahabat dan saudara bagi anaknya ****** Di tempat berbeda Dyah juga merasakan perasaan yang mengganjal hatinya Ingin telpon Ardy tapi katanya tadi Ardy akan menghubunginya tapi semenjak tadi malam hingga saat ini Ardy belum juga memberikan kabar Ya Allah semoga gak terjadi hal buruk pada Aar Doa Dyah dalam hati Dyah bingung harus melakukan apa Ingin menghubungi Ardan tapi gak punya nomer hp Ardan Tapi kata hati Dyah ingin segera menghubungi Ardy untuk memastikan keadaan Aar ya g sebenarnya Akan menghubungi takut mengganggu atau takut jikalau Ardy suda pulang ke rumah Dan akhirnya Dyah nekat menghubungi Ardy Tapi sampai di panggilan ketiga gak ada jawaban Ya Allah apa yang terjadi pada Aar mengapa Mas Ardy sulit dihubungi? Kata Dyah dalam hati Dyah juga gusar bingung harus melakukan apa Ketika Dyah hendak berdiri handphone Dyah berdering dan ada satu panggilan masuk pada handphone.nya Dyah pun mengangkat panggilan itu "Hallo"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD