Part 5

635 Words
Malam sebelum Aar berangkat i menghubungi Dyah dan pamit akan pergi ke luar kota beberapa hari "Sayang besok aku ke rumah simbah beberapa hari ya beliau sakit tadi ibu sama bapak udah berangkat" kata Aar "Ya gak papa kamu naik apa? " " Aku naik motor biar cepet sampai selama aku gak ada kmu jaga diri baik baik ya kalo kamu butuh apa apa kamu hubungi Ardy aja ya" "Ih kamu ini aku gak mau ah ngrepoti Mas Ardy " " Gak papa la sayang nanti aku titipin kamu ke Ardy dia pasti mau kok kamu repotin" "Kamu hati hati di jalan ya jangan ngebut santai aja sesampainya " " Siap bu ratu titahmu adalah kehormatan bagiku dindaku sayang" "Kalo capek istirahat aja jangan dipaksain" "Ya iya bawel banget ni ratuku pengen aku cubit hidungnya" "Kamu tuh ya kalo dibilang selalu aja gitu" "Udah ah jangan gitu malam ini aku pengen banget nelponin kamu sampai kamu tidur rasanya aku pengen denger suaramu terus" "Udah malem ya kamu istirahat biar besok gak ngantuk di jalan" "Gak tau aku kok ngerasa pengen banget dengar suaramu malam ini rasanya kita akan pisah lama" "kamu ini ngomong apa sih udah kamu istirahat tidur biar besok gak ngantuk di jalan" "Yaudah aku bobok ya sayang sampai jumpa lain waktu besok kalo aku berangkat dan sampai aku kirim pesan ya" "Ya kamu hati hati di jalan jangan ngebut" "Ya sayangku love yu" "Me to" Setelah menutup panggilan dari Aar Dyah gak bisa memejamkan mata Semoga tidak terjadi hal buruk Ya Rob Doa Dyah dalam hati ketika merasakan ada hal menganjal di hatinya Keesokan harinya Sudah sehari Aar gak memberi kabar pada Dyah maupun pada Ardy Dyah mulai khawatir terjadi sesuatu ketika Ardan mendapat kabar kalo Aar belum sampai ke tempat tujuannya Hari sudah berganti petang tiba tiba Ardan mendapat kabar bahwa Aar kecelakaan tunggal dan langsung di larikan ke rumah sakit terdekat Dengan ditemani Ardy Ardan menuju rumah sakit tanpa memberi kabar pada Dyah mereka ingin memastikan keadaan Aar terlebih dahulu Mereka telah tiba di rumah sakit mereka melihat keadaan Aar yang begitu mengkhawatirkan Runtuh tubuh Ardy dia berjongkok sambil menentukan air mata ketika melihat sang sahabat berbaring takberdaya dengan beberapa luka di tubuhnya "Dan gue gak menyangka bakal separah itu keadaan Aar" kata Ardy pada Ardan "Gue juga gak menyangka bakal separah itu" jawab Ardan "Apa yang harus gue katakan pada Dyah aku gak sanggup mengatakan ini" Kata Ardy sambil meneteskan air mata "Jangan dikabari dulu keadaan yang sebenarnya nanti aja nunggu kabar dari dokter" balas Ardan Orang tua Aar juga syok melihat putranya dengan keadaan yang mengenaskan andai saja mereka berangkat bersama pasti gak akan terjadi hal buruk Ardy dan Ardan hanya bisa jengkol bersandar di dinding rumah sakit Hanya doa yang bisa mereka panjatkan saat ini untuk sahabat dan saudara mereka Tanpa sadar hp Ardy terus berbunyi Dyah menghubungi karena khawatir dengan keadaan Aar Ardy sebenarnya gak ingin memberitahukan keadaan ya g sebenarnya Halo mas Ardy gimana keadaan Aar Ya Dyah ini masih ditangani dokter kamu doain yang terbaik ya Dia gak papa kan mas Ya gak papa ini aku belum ketemu masih di luar ma Ardan Bener gak papa kok perasaan aku gak enak banget ya Kamu jangan khawatir Aar pasti baik baik aja Ya mas maaf ya aku merepotkan nnti kalo udah ketemu telepon aku ya mas aku mau ngomong ma dia Ya nanti aku telpon Udah dulu ya nanti aku kabari lagi Ya mas ditunggu kabarnya Dalam hati Ardy sangat sedih dan bingung Apa yang akan dia katakan pada Dyah tentang keadaan Aar yang sesungguhnya Aar hanya bisa berdoa semoga Aar bisa kembali pulih walau harapan itu tipis Ia juga gak ingin kehilangan sahabat yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri Ya Allah selamatkan Aar aku gak ingin kehilangannya Doa tulus Ardy untuk sang sahabat
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD