Part 4

550 Words
Aku harus bisa bahagia jika memang dia bukan untukku Aku harus ikut senang dan tertawa ketika melihatnya senang dan tertawa Aku harus bisa merelakannya bersama dia meski hati ini sakit dan terluka karena bukan aku yng membuatmu bahagia Tapi aku lega karena kebahagiaanmu berasal dari sahabat karibku dari kecil yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri Bahagialah bersamanya karena dia juga orang yang sangat berarti dalam hidupku Ketika aku terpuruk karena orang tuaku hampir berpisah kau datang untuk menghiburku sobat Kau selalu datang membawa kebahagiaan untukku bersama Ardan Kau selalu membuatku tertawa bahagia hingga aku lupa masalah kedua orang tuaku Bahagiaku melihatmu tersenyum meski bukan aku yang melakukannya *Itulah kata hati Ardy dalam hati* Pagi ini Aar sudah rapi dan keluar rumah "Mau kemana lo pagi pagi udah rapi benee" sapa Ardy "Mau nengokin simbah katanya lagi gak enak badan ma kangen cucu gantengnya hahaha" jawab Aar dengan kerlingan jail "Woi pd amat lo kalo ngomong" balas Ardy males "Ya harus itu pangerannya Dyah harus pd abis hahahaha " " Terserah lo aja deh seenak lo kalo ngomong" balas Ardy "Dy gue boleh minta tolong gk? " kata Aar " Ya ada apa bro?" "Selama gue pergi gue nitip Dyah ya jagain Dyah Gue tau kalo lo ada rasa lebih sama Dyah jagain Dyah seperti adik lo" kata Aar Deg dalam hati Aar kok Aar bisa tau ya "Ngomong apa si lo emang lo ke rumah simbah lama kok minta gue jagain Dyah" jawab Aar "Gak lama kok cuma gue pengen nitipin Dyah ke lo angep aja Dyah adek lo selama gue gak ada disini dan pergi" Dalam hati Ardy Aar ini kenapa banget kok ngomongnya gitu? Ya Allah semoga gak terjadi hal buruk pada sahabatku satu ini doa Ardy dalam hati dengan perasaan yang takenak "Eh lo ke rumah simbah sendiri aja atau sama siapa? " tanya Ardy mengalihkan pembicaraan " Sendiri ibu sama bapak udah berangkat tadi malam kalo mbak Reni (kakak Aar) gak bisa ikut mual terus katanya maklum hamil muda"jawab Aar "Tumben gak sama Ardan? " " Ardan entar nyusul katanya sama ayah dan mamanya" "Oala ok deh bro hati hati di jalan ya jangan lirik lirik cewek ingat ada adek Dyah menunggumu hahaha" canda Ardy "Lo bisa aja pasti hati ini hanya buat ayang Dyah seorang gak ada yang lain" jawab Aar "Sekali lagi gue nitip Dyah ya bro jagain Dyah seperti adek lo selama gue pergi" mohon Aar pada Ardy "Lo ini ngomong apa si kayak mau pergi beberapa tahun aja" "Bukannya gitu tapi gue merasa harus nitipin Dyah pada lo biar gue bisa tenang "jawab Aar " Ya gue jagain Dyah buat lo kalo perlu gue juga buat tenda depan rumahnya biar selalu terpantau hahaha" jawab Ardy dengan bercanda ""Gue serius hanya lo yang bisa gue titipin" kata Aar "Ya pasti lo jangan kuatir sana berangkat keburu siang entar panas di jalan" kata Ardy "Ya gue berangkat ya ingat pesan gue" "Ok bos" jawab Ardy sambil angkat jempolnya Dan Aar pun melakukan motor sportnya tapi ketika Aar semakin menjauh dan hilang dari pemglihatannya Ardy semakin khawatir dan punya feeling yang gak enak di hati apalagi kata kata Aar ketika menitipkan Dyah padanya Semoga hanya perasaanku saja Ya Allah semoga gak terjadi hal buruk yang menimpa sahabatku satu ini Aamiin doa Ardy dalam hati
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD