bc

Detective Joker

book_age18+
26
FOLLOW
1K
READ
adventure
twisted
mystery
straight
brilliant
genius
detective
male lead
realistic earth
crime
like
intro-logo
Blurb

Jika ada ungkapan mengatakan orang akan melakukan segalanya untuk menang, itu memang benar-benar ada. Bukan hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam dunia kriminal. Seseorang yang melakukan segala cara untuk mengungkap tabir kejahatan, merontokkannya hingga ke akar serta menghancurkan layaknya debu. Orang-orang mengenalnya dengan nama samaran. Tidak pernah ada yang tahu siapa nama aslinya, kehidupannya sekarang dan juga masa lalunya secara rinci. Sosoknya yang penuh misteri sama seperti dirinya yang selalu terlibat dengan misteri-misteri sulit yang mengandalkan otak cerdasnya serta penalarannya yang di atas rata-rata. Dialah Detektif Joker, menggungkap semua kasus di bawah langit kota judi terbesar di dunia. Las Vegas.

chap-preview
Free preview
One
Jika ada ungkapan mengatakan orang akan melakukan segalanya untuk menang, itu memang benar-benar ada. Bukan hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam dunia kriminal. Seseorang yang melakukan segala cara untuk mengungkap tabir kejahatan, merontokkannya hingga ke akar serta menghancurkan layaknya debu. Orang-orang mengenalnya dengan nama samaran. Tidak pernah ada yang tahu siapa nama aslinya, kehidupannya sekarang dan juga masa lalunya secara rinci. Sosoknya yang penuh misteri sama seperti dirinya yang selalu terlibat dengan misteri-misteri sulit yang mengandalkan otak cerdasnya serta penalarannya yang di atas rata-rata. Dialah Detektif Joker, menggungkap semua kasus di bawah langit kota judi terbesar di dunia. Las Vegas. “Jika kau belum pernah merasakan peluru menembus otak bodohmu itu. Maka aku yang akan membuatnya menari-nari di sana. Mengaduk otak bodohmu itu layaknya daging cincang. Sangat menyegarkan bisa melihatnya terburai dengan darah sialanmu itu. Kekeke!” Dia mengarahkan selaras senjata api tepat di kepala orang yang tengah berhadapan dengannya sekarang. Orang yang ditodong pistol tidak dapat melakukan apa pun. Wajahnya pucat pasi dan keringat mengucur deras dari dahinya. Ia seperti tengah berhadapan dengan seorang malaikat maut yang siap mencabut nyawanya kapan saja ia mau. “Cepat katakan padaku jika kau tidak ingin peluru sialan ini benar-benar menembus otak sialanmu itu. Di mana kau berada saat kejadian berlangsung. Kau hanya punya dua pilihan, jujur atau mati.” “Aku tengah berada di rumahku. Ak... aku punya alibi,” ia memberanikan membela dirinya. Ia terpatah-patah saat berbicara. Tidak berani menatap mata jeli orang yang tengah menginterogasinya saat ini. Mata nakal, tetapi selalu awas memperhatikan setiap inci perubahan raut wajah orang di depannya. Pria yang menodongkan senjata api duduk di atas meja sambil melipat kaki dan tangannya dan dia terus menodongkan senjata laras panjang itu tepat di kepala orang yang tertunduk di depannya. Dia menikmati aksinya itu lebih dari siapa pun. Pihak kepolisian sudah menyerah untuk membuat para saksi mengaku dan mereka menggunakan cara terakhir yaitu dengan meminta bantuan detektif gila. Gila dalam arti tingkahnya yang sangat abnormal. Dia selalu punya cara untuk mengintimidasi para saksi demi memberinya keterangan yang meyakinkan. Percuma berbohong di depannya karena ia ahli dalam hal itu. “Alibi bodohmu jadi tidak berguna jika kau tetap akan mati di tanganku!” “Ak... aku mengatakan yang sebenarnya! Percayalah padaku! Aku di rum….” Dor! Semua orang yang berada di balik kaca pengawasan panik melihat pria itu menembakkan senjatanya. Mereka tidak ingin saksi kunci mereka mati begitu saja. Sementara sang detektif tertawa terkekeh-kekeh tanpa beban sama sekali. Pria yang ditodongkan senjata api tadi lemas bukan kepalang. Ia yakin jantungnya saat ini sudah tidak berfungsi normal karena perlakuan detektif gila itu padanya. Ya, bukan dia saja yang hampir jantungnya, hampir semua orang yang melihat juga merasakan hal seperti itu. Parahnya, detektif itu tidak merasa bersalah sama sekali. “Ini adalah AK47, buatan Rusia dan senjata ini adalah senjata mematikan di dunia. Akurasi tembakannya tinggi dan dengan cepat akan membawamu ke surga –ah, ralat, surga saja pasti tidak menerimamu, pergi ke neraka saja cocok untukmu—aku dengan senang hati akan membuat kepalamu berlubang tepat di sini,” dia kembali mengarahkan moncong senjata api itu tepat di dahi pria yang terduduk lemas tadi. “Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu untuk berbohong. Siapa orang yang berada di balik semua ini!” “Aku tidak pernah bertemu dengannya!” dia akhirnya buka suara. “Dia memerintahku melalui telpon dan mengirimkan uang ke rekeningku senilai satu juta dolar! Aku dan keluargaku akan dibunuh jika aku mengatakan ini!” Pria itu menyeringai lebar karena ia berhasil memaksa saksi untuk mengaku. Kemudian ia tertawa nyaring. Ia belum melepaskan moncong senjatanya di kepala saksi. Intimidasinya belum selesai begitu saja. Sebenarnya tidak akan selesai dengan sangat mudah meskipun saksi sudah mengaku kalah. “Kau kenal dengan pemilik suara orang yang menelponmu?” “Tidak! Dia memakai alat pengubah suara!” “Lalu kenapa kau ingin melakukannya? Apa karena iming-iming uang satu juta dolar itu? Kekeke, kau sangat bodoh sialan. Dia menyeretmu dalam masalah sialan ini. Manusia t***l sepertimu begitu haus uang, hah!” Pria tadi kembali menunduk. Ia sudah mengatakan yang sebenarnya kepada detektif gila itu, tetapi tampaknya detektif itu mempunyai kecenderungan untuk menyiksa orang yang menjadi targetnya. Dia sedang bosan, bermain sedikit seperti ini pasti akan membuatnya bisa bersenang-senang. Bukankah itu yang dilakukan orang-orang jika sedang bosan. Mencari hiburan, seperti itu pula detektif gila itu. “Dia mengancam akan membunuh keluargaku jika aku tidak melakukannya!” “Kau sudah mengatakan itu berulang kali, sialan. Aku bosan mendengarnya,” senjata api laras panjang itu kembali dia arahkan ke kepala pria itu. Sang detektif kemudian melompat dari meja dan ia tertawa nyaring. Matanya berkilat tajam dan senjata yang dipegangnya kini tersampir di bahu. “Seperti yang sudah kuketahui. Aku sudah tahu semua itu sebelumnya. Aku sudah mengecek akun bank milikmu. Kekeke, tugasku sudah selesai. Polisi-polisi sialan itu yang akan menyelesaikan sisanya. Aku hanya membantu mereka untuk membuatmu mengaku dari mulut sialanmu itu. Ceritakan semuanya meskipun kau harus mati!” ucapnya masih dengan tawa yang lebih terdengar mengerikan dibanding gembira. “Aku tidak bersalah! Aku tidak tahu apa pun, aku hanya diperintahkan untuk mengantarkan makanan itu ke rumah korban!” “Berikan semua cerita sialanmu itu ke polisi-polisi sialan yang menunggu di luar.” Detektif itu kemudian keluar dari ruangan sambil menenteng senjata api kesayangannya dengan tidak acuh. Para polisi yang sudah tahu dengan kebiasaannya tersebut tidak melarang. Bahkan itu bisa dikatakan sebagai identitas dirinya. Dia sudah banyak membantu pihak kepolisian meskipun tingkahnya sangat aneh. Mereka mengakui kecerdasan otaknya, nalarnya dalam berpikir serta akurasi kesuksesannya dalam memecahkan misteri. Dia melewati meja seorang polisi cantik yang dari tadi memperhatikan dia dari luar ruang interogasi. “Detektif Joker!” Detektif itu menoleh sambil terus menenteng senjatanya. Polisi-polisi yang lain kembali bekerja setelah menonton aksi detektif tersebut. Saat detektif itu membeberkan kejahatan, memaksa para saksi untuk mengatakan kebenaran atau mengintimidasi tersangka, menjadi tontonan yang tidak boleh dilewatkan oleh polisi-polisi tersebut. Mereka kagum dengan kegilaan juga kecerdasan detektif yang tidak pernah diketahui namanya tersebut. “Terima kasih atas bantuan Anda yang sudah kesekian kali ini!” “Kekekeke! Terima kasih saja tidak membuatku kenyang, sialan. Bagaimana dengan mentraktirku makan siang,” polisi cantik itu terkesiap dengan permintaan detektif itu. Ia tidak tahu jika detektif gila itu akan berbicara seperti itu kepadanya dan mengajaknya makan siang? Yang benar saja, detektif itu bahkan selalu tidak acuh jika para polisi lain mengundangnya untuk acara makan-makan dan ia tidak pernah sekalipun ingin makan dengan para penegak keadilan itu. “Baiklah, saya akan mentraktir Anda makan siang!” jawabnya dengan semangat. Dia akhirnya mempunyai kesempatan untuk membalas kebaikan sang detektif. TBC...

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Scandal Para Ipar

read
708.1K
bc

Patah Hati Terindah

read
83.0K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.1K
bc

Life of An (Completed)

read
1.1M
bc

JANUARI

read
49.1K
bc

Life of Mi (Completed)

read
1.0M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook