'Cinta itu memberi tanpa pernah berharap balas, tak pernah membenci karna dalam cinta selalu ada kata ... maaf.' ---------------------------- Alex menggeliat beberapa kali. Aroma arabica dan roti panggang menggelitik hidungnya. Perlahan kelopak matanya terbuka dan melihat sosok Hanum berjalan menjauhi ranjangnya. "Hanum ..." panggil Alex pelan. Dia berharap Hanum tidak mendengar dan terus melangkah. Namun, wanita beraroma strawberry itu terlalu peduli. Dia berbalik. Menatap Alex dengan mata teduh yang membuat sang pria semakin merasa bersalah. "Terima kasih ... " lirihnya. Hanum mengangguk. "Air panas sudah saya siapkan. Di meja ada pakaian ganti dan aspirin." ucapnya datar, lalu berbalik keluar kamar. Alex menjatuhkan kembali tubuhnya ke ranjang. Menatap langit-langit kamar. Terngi

