Kevin hanya dapat menatap datar pemandangan di hadapannya. Anggun dan Denis sengaja berdansa tepat di depan mata. Ia tahu kekasihnya itu sedang balas dendam dan membuat dirinya cemburu. “Selamat, Mahes, kamu berhasil,” gumam Kevin dengan netra tidak lepas dari kedua insan itu. Ingin rasanya Kevin menyeret Anggun dari lantai dansa dan membawanya pulang. Namun, lagi-lagi tidak mau membuat keributan. Berkali-kali Mia datang menghampiri pun ia abaikan karena tidak mau membuat sang kekasih semakin marah. Kevin melipat kedua tangannya di atas perut dengan pandangan lurus. Telapak tangannya sudah gatal, tetapi mencoba tetap sabar. Berbeda dengan Kevin, Anggun sebenarnya sudah tidak betah bersama dengan Denis. Ia tidak menyukai aroma parfum laki-laki itu. Meski begitu, bibirnya tidak pernah be

