Kevin mengeraskan rahangnya ketika melihat pria yang ada di depannya–Kalingga sang kakak. Ia tidak tahu kakak tirinya menjalin kerjasama dengan atasannya. Namun, Kevin tetap mencoba profesional. "Bukankah kalian kakak-adik? Kenapa tidak saling menyapa?" ujar Abizar sambil duduk bersandar di kursi yang ada di ruang rapat. Kalingga tertawa renyah ketika mendengar ucapan dari Abizar. Lalu ia melirik sinis pada Kevin. "Saya sudah bosan Melihat wajahnya, Bos." "Baiklah. Terima kasih, Pak Kalingga, semoga ke depannya kerjasama kita lancar." Kalingga pamit pada Abizar dan meninggalkan kantor itu. "Sepertinya kamu tidak akrab dengan kakak kamu, Vin." "Kalau Bos jadi saya apa masih bisa akrab dengannya? Terlalu menyakitkan, Bos. Masih untung saya mencoba berdamai dengan keadaan tapi dia yan

