“Saya-” “Mahes, siapa yang da … tang.” Kevin mengernyitkan dahinya ketika melihat seorang perempuan ada di depan apartemennya. “Mia. Kenapa lo ada di sini?” Kevin tidak tahu kalau Mia tahu alamat apartemennya karena tidak pernah memberitahu pada gadis itu. “Hai, Vin. Gue sengaja ke sini mau main aja. Sumpek di rumah. Lo nggak mau ajak gue masuk gitu?” ujar Mia sambil tersenyum dan menatap hangat Kevin. Anggun dan Kevin saling menatap satu sama lain. Perempuan itu lalu menatap Mia, melihat penampilan gadis yang ada di depannya dan membuat insecure. Pantas aku dikira pembantu. Kalah sama dia yang glowing dan penampilannya bagus ndak kayak aku yang buluk. “Aku masuk dulu,” ujar Anggun sambil menunduk meninggalkan Kevin dan Mia. Kevin menatap kepergian Anggun sambil mengernyitkan dahi.

