Sweet 1
Emma menggenggam erat peralatan makan di tangan nya, dia benci makan malam kali ini. Ayahnya mengundang salah satu rekan bisnisnya. Seorang pria tampan yang usianya lebih muda dari ayah lnya. Yang membuat Emma benci adalah sikap ibu tirinya yang menurutnya berlebihan.
Caitlyn, si ibu tiri adalah wanita paling licik dan egois yang pernah ditemuinya. Dulunya wanita yang usianya hanya beberapa tahun lebih tua dari Emma itu adalah sekretaris ayahnya.
Emma yakin Caitlyn menikah dengan Ayah nya karena harta. Dan lihat sekarang bagaimana si ular betina itu diam-diam mencoba merayu teman ayahnya. Wanita tak tahu malu itu memakai dress yang terlalu memperlihatkan lekuk tubuhnya. Sengaja menempelkan d**a besar plastiknya di lengan pria itu saat mereka mengobrol.
Dan pria itu tampak menikmati semua perhatian Caitlyn. Benar-benar menjijikan.
Emma mendengus kesal. Menarik perhatian semua orang di meja makan.
“Ada apa sayang, Apakah Ada sesuatu yang mengganggu mu?” tanya Ayahnya.
Ayahnya, Richard McGrath adalah pria yang baik dan mungkin sedikit naif hingga tak bisa melihat wajah asli seorang Caitlyn Weber.
“Tidak ayah, semua baik-baik saja” jawab Emma
“Lalu kapan kau akan pulang ke asrama?” Tanya Caitlyn sinis
Emma mengangkat bahu acuh tak acuh. Semua orang di mansion tahu bagaimana hubungan Emma dengan ibu tirinya. Dan Emma tak pernah berusaha menutupi rasa tak sukanya pada wanita itu.
Richard McGrath sudah berusaha mendekatkan keduanya, tapi tak Pernah berhasil. Richard berpikir bahwa Emma hanya merasa sedikit cemburu karena harus berbagi kasih sayang dengan istri barunya. Hal wajar untuk gadis berusia 18 tahun sepertinya.
“Liburan kali ini kau berencana akan kemana sayang?” tanya Ayahnya
“Bukankah beberapa minggu lalu aku sudah mengatakan padamu jika aku ingin berlibur ke Amerika?” jawab Emma
“Ya tentu sayang, dan kebetulan sekali Mr. Blackwood lusa akan kembali ke Amerika. Ayah akan meminta padanya untuk menjaga mu. Tentu saja jika kau tak keberatan Douglas” kata Ayahnya menatap temannya
“Ayah, aku sudah 18 tahun. Aku bisa menjaga diri ku sendiri. Aku tak butuh seorang pengasuh” sela Emma cepat seraya menatap tajam Douglas
“Tentu saja aku tak keberatan Richard. Aku akan menjaganya untukmu selama putrimu berada disana” jawab Douglas mengabaikan tatapan membunuh yang dilayangkan Emma padanya.
“Dengar sayang, aku akan sangat merasa tenang jika ada seseorang yang ku kenal akan menjaga mu selama disana. Aku mohon turuti perintahku atau kau tidak akan pergi kesana” kata Ayahnya tegas
Emma benar-benar benci pria tua bernama Douglas Blackwood yang sekarang tengah tersenyum mengejek ke arahnya saat Emma tak mampu menolak keinginan ayahnya.
Entah kenapa ada suatu dorongan pada diri Douglas untuk membuat gadis itu merasa kesal. Douglas menyukai mata biru dingin itu terlihat lebih hidup saat sedang marah.
Sepanjang malam ini Douglas merasakan emosi gadis itu tertuju pada istri ayahnya. Douglas melirik ke arah wanita yang duduk di sampingnya. Caitlyn McGrath adalah wanita pesolek dan juga seorang gold digger. Itu terlihat jelas.
Dengan d**a besar yang tentu saja tidak asli. sepanjang malam ini wanita itu mencoba merayunya, selalu menyentuh tangannya saat mereka mengobrol, sengaja menundukkan tubuhnya memberi pemandangan akan belahan Dadanya yang montok.
Douglas akan merasa senang meladeni rayuannya jika saja wanita itu bukan istri dari temannya dan tentu saja jika putri Richard tidak mengawasi mereka dengan tatapan membunuh sepanjang makan malam berlangsung.
Emma McGrath pewaris tunggal kerajaan bisnis McGrath. Gadis berusia 18 tahun itu luar biasa cantik. Wajah eksotisnya diturunkan dari mendiang ibunya yang seorang Norwegia. Mata birunya yang terkesan dingin dan juga bibirnya yang lebar dan sedikit tebal menjadi daya tarik gadis itu.
Douglas sempat merasa tertarik saat pertama kali dia melihat gadis itu turun mengenakan jumpsuit pendek warna hitam. Rambut dark brown nya yang bergelombang dijepit pada kedua sisinya. Terlihat segar dan juga panas.
Suatu pelanggaran hukum jika gadis seusianya memiliki wajah dan tubuh sesensual itu. Harusnya gadis itu terlihat seperti gadis remaja pada umumnya bukan terlihat seperti wanita dewasa yang siap untuk memuaskan hasrat pria seperti dirinya.
Tapi mulut gadis itu tajam, berpikir cerdas juga keras kepala. Douglas membayangkan hari-harinya akan jadi seperti apa saat gadis itu tinggal untuk berlibur. Tapi dia tak mungkin menolak permintaan Richard untuk menjaga putrinya.
Douglas tersentak dari lamunannya saat sebuah tangan meremas pahanya. Dia melirik kebawah dan mendapati tangan Caitlyn disana. Jari-jari lentik berkuku Merah itu membelai daerah Slangkangannya. Douglas meraih tangan itu saat mencoba membuka kaitan celananya dan meletakan kembali ke pangkuan wanita itu. Douglas mendengar dengus kecewa Caitlyn.
Sepanjang malam itu dihabiskan Douglas dan Richard untuk membahas bisnis. Lewat ekor matanya Douglas bisa melihat Emma McGrath sedang asik memainkan gadgetnya, menyilangkan kedua kaki jenjangnya, menampilkan pemandangan paha mulusnya yang membuat Douglas harus terus mengendalikan dirinya agar tetap fokus pada obrolannya dengan Richard.
***
Waktu menunjukan pukul dua pagi tapi Douglas tak dapat tidur nyenyak. Dia memutuskan untuk berenang beberapa putaran di kolam milik keluarga McGrath. Lalu dia duduk di salah satu sudut gelap menyesap bir dan menghisap rokoknya.
Saat itulah tiba-tiba dia melihat Emma berdiri di sisi kolam menggunakan jubah kamarnya sedang melihat kesekeliling seolah memastikan bahwa keadaan sepi. Lalu Douglas melihat gadis itu Melepaskan jubahnya.
Douglas mengerang lirih saat dilihatnya gadis itu bermaksud untuk berenang telanjang. Douglas bisa melihat jelas tubuh gadis itu. Sempurna. Seksi. Juga panas.
Sesuatu terasa menggeliat di daerah Slangkangannya saat melihat tubuh basah gadis itu.
Untuk beberapa saat Douglas menikmati pemandangan yang tersaji di hadapannya. Melihat saat Emma meregangkan tubuhnya membuat Dadanya yang bulat membusung kedepan.
Douglas mengacak-acak Rambutnya saat miliknya berdenyut hebat. Harusnya tadi dia menerima saja isyarat yang disampaikan Caitlyn saat dia berpamitan untuk masuk kamar.
Douglas melihat Emma menaiki tangga kolam dan membungkuk membelakanginya saat mengeringkan Rambutnya memberikan Douglas pemandangan bkong bulat nya yang sempurna. Membuat milik Douglas semakin mengeras.
Demi Tuhan. Gadis itu masih 18 tahun. Masih terlalu kecil untuk memuaskan hasratnya yang seperti binatang. Douglas memutuskan untuk berenang sekali lagi saat dia merasa Emma sudah masuk ke dalam rumah utama.
Douglas terus memaki saat dia merasa gairhnya tak kunjung padam. Cuma Ada satu cara untuk menuntaskannya dan sudah lama sekali dia tak melakukannya. Douglas berdecak kesal. Ini gara-gara Emma McGrath. Rutuknya kesal seraya membuka boxernya dan menggenggam erat miliknya dibawah guyuran air hangat di dalam kamar mandinya.
Gadis kecil sialan, maki douglas saat dia terengah usai menuntaskan hasratnya.